Reskan CS Terbukti Pemufakatan Jahat Narkoba

Reskan CS Terbukti Pemufakatan Jahat Narkoba

BERBAGI
IST/RBO: Reskan CS Lakukan permufakan Jahat

Reskan Divonis 4,5 Tahun, 4 Rekannya 4 Tahun dan 4,5

RBO, BENGKULU –  Vonis perkara terdakwa pemufakatan jahat narkoba di ruangan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud akhirnya dibacakan oleh Majelis Hakim, Selasa (08/08) kemarin di Pengadilan Negeri/Tipikor Kelas IIA Bengkulu. Semua terdakwa terbukti bersalah melakukan pemupakatan jahat narkoba.
Terdakwa Sarkawi anggota BNNP Bengkulu, Khairul Dani, Darmawan Fanani PNS BNNP Bengkulu divonis 4 tahun penjara. Mantan Bupati Bengkulu Selatan, Drs H Reskan Efendi, Ahmad Murat selaku Wartawan dan LSM dihukum  4 tahun 6 bulan atau 4,5 tahun penjara. Putusan dibaca oleh Ketua Majelis Hakim, Lendriyanti Janis, SH.
Dalam pantaun Harian RADAR BENGKULU persidangan dilaksanakan dengan terpisah ini, vonis dibaca pertama terhadap anggota BNNP Bengkulu Sarkawi. Dirinya divonis oleh Majelis Hakim selama 4 tahun penjara. Denda Rp 800 juta dengan subsider selama 1 bulan penjara.
“Kita mengajukan pikir pikir, karena ini bukan masuk ranah pidana umum. Untuk terdakwa juga dikenakan hukuman minimal. Kita akan mengambil sikap 7 hari kedepan, pastinya kita juga siap mengambil banding. Namun ini hak terdakwa, nanti akan kita sampaikan dengan terdakwa,” terang Bidang Hukum Polda Bengkulu, Iptu Rizkyanto. Setelah pembacaan Sarkawi, hakim membaca putusan tiga terdakwa lainnya Khairul Dani, Ahmad Murat dan Darmawan.
“Mengadili ketiga terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindakan pemufakatan jahat dan menyediakan narkoba. Masing-masing menjatuhkan pidana terhadap Ahmad Murat selama penjara 4 tahun 6 bulan dengan denda Rp 800 juta jika tidak membayar maka dipenjara tambahan selama 1 bulan. Khairul Dani dan Darmawan dipidana selama 4 tahun dengan denda Rp 800 juta jika tidak membayar maka dipenjara tambahan selama 1 bulan,” terang Lendriyati Janis.
Ketiga kuasa hukum dalam persidangan pun akan mengajukan pikir pikir terhadap putusan hakim itu. Kuasa hukum dari Khairul Dani, tidak sependapat dengan putusan Majelis Hakim. Dikarenakan, Khairul Dani hanya mematuhi perintah dari Sarkawi yang bertugas di BNNP Bengkulu. Dimana Sarkawi meminta mencari narkoba terhadap Khairul Dani.
“Pikir pikir akan konsultasi upaya hukum atau tidak. Ini putusan proses terbukti dalam pasal diajukan Jaksa. Fakta persidangan klien saya tidak tahu peristiwa ini, karena diminta untuk mencari narkoba oleh Sarkawi,” terang Sudarmawan, SH.
Terakhir Majelis hakim membaca putusan pidana terhadap mantan orang nomor satu di Kabupaten Bengkulu Selatan, Drs H Reskan Effendi. Menariknya, dalam pembacaan vonis itu ternyata waktu hukuman penjara tak jauh berbeda terhadap Ahmad Murat.
“Menyatakan reskan dipidana selama 4 tahun 6 bulan penjara. Terdakwa secara sah telah melakukam tindakan pemufakatan jahat dan menyediakan narkoba. Dengan denda Rp 800 juta jika tidak membayar denda maka dikenakan penjara tambahan selama 1 bulan penjara,” tutup persidangan.
Saat diwawancarai kuasa hukum Reskan, Humizar Tambunan, SH menerangkan. Dengan putusan itu, pihaknya pun mengajukan pikir pikir dahulu. Walaupun putusan itu dinilai rendah, namun pihaknya akan tetap mengajukan banding.
“Dengan vonis ini, soal terima pasti berat. Namun akan kita diskusikan, apakah melakukan upaya hukum atau menerima. Semuanya ada dengan klien kita, nanti akan kita beri tahu apa tindak lanjutnya. Untuk hukuman, memang ada sama. Jika dalam pandangan kita, semuanya tetap berat. Namun jika disamakan, ini pertimbangan hukum dari majelis hakim. Untuk pertimbangan hukum, tidak dibacakan dikarenakan mengingat waktu yang sempit, nanti akan kita baca kembali,” terangnya. Terkait belum terungkapnya siapa yang meletakan narkoba itu. Jaksa menilai dalam berkas kedua terdakwa lainnya, yakni mantan Sekda Rudi Zahrial dan mantan Kabid Berantas BNNP Bengkulu Herly saat persidangan pembacaan putusan keduanya, pada tanggal 14 Agustus mendatang.
“Soal yang belum terungkap siapa yang meletak. Nanti akan kita lihat, dalam berkas vonis Rudi dan Herly. Kalau soal terima, kita juga pikir pikir. Bisa saja akan mengajukan banding, nanti kita tunggu selama 7 hari kedepan,” tutupnya.  Para terdakwa dikenakan pasal terkait pengedaran narkoba dengan pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 (1) UU  Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2008 tentang narkotika. Pasal itu berbunyi, dengan minimal 4 tahun maksimal 12 tahun penjara  dengan denda membayar uang sebesar Rp 800 juta dan maksimal membayar denda Rp 8 miliar rupiah.
Sebelumnya JPU menuntut Reskan 6 tahun penjara. Para terdakwa lainnya sama yakni 5 tahun penjara. (run)