IAIN Ajak Warga Sadar Hukum

IAIN Ajak Warga Sadar Hukum

BERBAGI
TAN/RBO: Sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat, LKBH IAIN melakukan sosialisasi hukum pada masyarakat Lagan Bungin.

Terkait Sengketa Tanah

RBO, BENTENG-  Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) IAIN Bengkulu mengajak masyarakat Benteng sadar dan melek hukum, khususnya berkaitan dengan mempertahankan hak atas lahan. Terlebih sengketa lahan sangat mendominasi permasalahan hukum di tengah masyarakat, baik melawan
korporasi, pemerintah maupun sesama masyarakat.

Sosialisasi sadar hukum tersebut dipusatkan di Desa Lagan Bungin Kecamatan Talang Empat, kemarin (21/8) dan dihadiri seluruh perangkat desa, tokoh adat dan masyarakat.

Ketua rombongan sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut, DR. Imam Mahdi, SH, MH menjelaskan masyarakat memiliki hak atas lahan yang mereka garap secara turun temurun. Terkadang, minimnya pengetahuan seputar administrasi pertanahan dan hukum agraria membuat masyarakat menjadi korban saat terjadi sengketa lahan. Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan membuka mata dan pengetahuan masyarakat seputar hukum
agraria.
“Kami menyadari bahwa masalah agraria masih mendominasi di desa-desa, apalagi desa yang berbatasan langsung dengan lahan milik korporasi atau perusahaan. Nah jangan sampai masyarakat menjadi korban,” kata Imam.

Dia menambahkan sosialisasi tersebut juga memberi pengetahuan pada masyarakat bahwa pihaknya siap membantu masyarakat yang bersengketa atau yang ingin melakukan konsultasi seputar hukum. “Kami dari LKBH IAIN siap membantu masyarakat yang berhadapan hukum, termasuk juga memberikan konsultasi. Silakan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi dan mendapatkan bantuan hukum menghubungi kami,” jelas
Imam.

Sementara itu Kades Lagan Bungin, Antasari, ST menjelaskan pihaknya sangat terbantu dengan adanya sosialisasi hukum oleh LKBH IAIN. Dengan adanya kegiatan ini semakin membuka mata masyarakat kesadaran memiliki bukti kepemilikan hak atas tanah.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Harapan kami masyarakat semakin sadar dan serius mengurus sertifikat kepemilikan lahan untuk menghindari adanya sengketa,” ujar Antasari. Dia juga menjelaskan kegiatan tersebut diharapkan ditindaklajuti dengan kegiatan yang lebih kongkrit. Sehingga masyarakat semakin serius dan sadar akan pentingnya bukti kepemilikan lahan. (tan)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eleven − nine =