Kepala BWSS VII Menjadi Saksi 2 Terdakwa OTT KPK

Kepala BWSS VII Menjadi Saksi 2 Terdakwa OTT KPK

BERBAGI:

Ada 3 Persen Tiap Proyek, Untuk Siapa???

RBO, BENGKULU – Dua Terdakwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) kemarin Kamis kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu dengan agenda keterangan saksi. Dalam persidangan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 4 orang saksi yakni, Abustian, Kepala Balai BWSS VII, dan dua bawahannya, M Pauzi, Deki, dan satu orang LSM di Bengkulu Agus Suparmin.
Sidang agenda keterangan saksi itu diketuai oleh Majelis hakim Kaswanto SH, MH, didampingi hakim anggota Gebriel SH, MH, dan Agus Salim SH, MH,
Salah satu Saksi Abustian, dalam persidangan itu, saat ditanyai Malajeis hakim tampak banyak diam terkait kasus OTT terhadap salah satu bawahannya Amin Anwari dan Oknum Jaksa di Kejati Bengkulu itu. Dalam persidangan itu, dia menjelaskan, sepengetahuannya proyek yang dimenangi oleh PT yang dipimpin oleh Murni, itu tidak ada masalah sebelumnya pada saat dirinya turun ke lapangan proyek itu berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah.
“Sepengetahuan saya, proyek irigasi di Air Manjuto Mukomuko itu, semua pembayaran dan admnistrasi lainnya tidak ada masalah. Kejadian OTT pada saat itupun saya sedang di Jakarta, saya tidak banyak tahu,” ucapnya.
Kemudian dia juga menjelaskan, terkait dengan adanya OTT bawahannya dan salah satu oknum jaksa di Kejati Bengkulu itu, dirinya tidak mengetahui banyak persoalan itu. Namun dirinya mengakui oknum jaksa dari Kejati Bengkulu memang sering bertemu dengan dirinya dan bawahannya itu untuk membahas TP4D namun tidak untuk membahas hal lain.
“Kalau kejadian OTT itu saya tidak tahu, hubungan bawahan saya dengan onkum jaksa itupun saya tidak tahu, kalau saya ketemu dengan dia (Oknum Jaksa red) hanya membahas masalah TP4D tidak ada yang lain,” terangnya di muka persidangan itu kemarin.
Sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) KPK menemukan dalam setiap proyek ada sebesar 3 persen yang tidak diketahui untuk siapa dan dananya dari siapa. Terkait dengan hal itu dia tampak enggan berbicara banyak, seolah-olah ragu dalam menjawab terkait dengan 3 persen di setiap proyek di BWSS VII itu. Dimuka persidangan itu dia juga mengakui bahwa sebelum dirinya menjadi pemimpin di BWSS VII itu yang namanya 3 persen itu sudah ada di setiap paket proyek.
“Memang sebelum Saya menjadi pimpinan di Instansi itu, yang namanya 3 persen disetiap proyek itu sudah ada, saya tidak tahu banyak masalah itu 3 persen dari setiap proyek itu,” ujarnya.
Setelah mendengar keterangan saksi itu Majelis hakim langsung menunda persidangan dan dilanjutkan Senin depan. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

9 + 7 =