Masyarakat Belum Paham Pelayanan Kesehatan Berjenjang

Featured Kesehatan Nasional Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Dalam rangka optimalisasi pelayanan kesehatan berjenjang bagi masyarakat yang sakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama mitra kerja Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati, Jumat (8/9) mengadakan Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Rujukan di Bengkulu.
Dari sosialisasi pelayanan kesehatan rujukan yang melibatkan ratusan masyarakat Bengkulu, Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Elva Hartati Murman S.Ip, MM mengaku, sampai saat ini tidak saja masyarakat dalam wilayah Bengkulu, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia, masih banyak yang belum mengetahui pelayanan kesehatan berjenjang.
Mengingat kebanyakan masyarakat sekarang ini ketika sedang sakit, langsung mendatangi Rumah Sakit untuk berobat. Padahal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut, masyarakat tidak mesti harus datang ke Rumah Sakit. Jika memang penyakitnya tidak terlalu parah, bisa mendatangi puskesmas setempat.
“Dalam pelayanan kesehatan berjenjang itu, pihak BPJS Kesehatan ada aturannya sendiri. Sehingga masyarakat harus mendatangi puskesmas atau Fasilitas Kesehatan (Faskes) dahulu. Setelah itu, apabila penyakitnya cukup parah, bisa dirujuk kerumah sakit regional masing-masing daerah atau ke Rumah Sakit M Yunus,” ungkap Elva Hartati, kemarin.
Selain itu menurut Elva, khusus untuk masyarakat di Provinsi Bengkulu yang ingin mendapatkan pelayanan berjenjang, juga sudah dibagi dalam beberapa zonasi.
Seperti untuk Rumah Sakit Bengkulu Selatan meliputi masyarakat yang ada dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan sendiri, Seluma dan Kabupaten Kaur.
Kemudian, Rumah Sakit Kota rujukan dari masyarakat Kota Bengkulu sendiri, Kabupaten Bengkulu Tengah. Sedangkan Rumah Sakit Bengkulu Utara selain masyarakat dirujuk ke rumah sakit setempat, ditambah Mukomuko, juga bisa langsung dirujuk ke Rumah Sakit M Yunus Bengkulu.
Lalu Rumah Sakit Curup Kabupaten Rejang Lebong, disamping rujukan masyarakat setempat, juga ditambah untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Lebong dan Kepahiang.
“Pengaturan zonasi pelayanan kesehatan berjenjang tersebut, bisa saja tidak berlaku, asalkan kondisi yang dialami masyarakat bersifat emergency. Sehingga tidak mesti mengikuti pelayanan rujukan, dan bisa langsung datang ke Rumah Sakit M Yunus Bengkulu,” katanya.
Lebih jauh mengenai keluhan masyarakat di Bengkulu yang mempersoalkan peserta BPJS harus membeli obat di luar tanggungan, Anggota DPR RI dari Dapil Bengkulu ini menyatakan, pihaknya sudah mengingatkan pihak BPJS Kesehatan agar persoalan demikian tidak sampai terjadi, meski beralasan stok obat habis, pihak rumah sakit harus memberikan obat sesuai standar yang ditetapkan.
“Kita sudah minta pihak BPJS agar kejadian itu tidak sampai terjadi. Pihak rumah sakit berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak diperbolehkan membeli obat di luar tanggungan pihak BPJS Kesehatan,” tandasnya.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *