Ka Puskesmas Betungan Ditangkap KPK, Staf Kaget

Ka Puskesmas Betungan Ditangkap KPK, Staf Kaget

40
BERBAGI
LAY/RBO: Kondisi Puskesmas Betungan masih normal pasca pimpinannya ditangkap KPK

Marjon Ini Sudah Takdir

RBO, BENGKULU – Syuhadatul Islamy yang merupakan kepala Puskesmas Betungan Kota Bengkulu pada Kamis pukul 10.37 WIB diamankan satuan  KPK. Diinformasikan, adik kandung Marjon itu diamankan saat berada di Hotel Bogor. Syuhadatul belakangan diduga sebagai pihak yang memberikan suap untuk mempengaruhi putusan hakim pada perkara yang menjerat adiknya bernama Wilson.
Terkait hal itu, Kemarin pagi 8 September 2017, jurnalis RADAR BENGKULU berinisiatif mendatangi Puskesmas tempat Syuhadatul memimpin. Pantauan jurnalis memang aktifitas pelayanan kesehatan di puskesmas itu masih berjalan normal. Namun sejumlah staf ketika dikonfirmasi terkait info penangkapan itu merespon beragam. Ada yang kaget seperti baru tahu, ada pula yang menghindar mungkin takut memberikan keterangan.
Ada pula yang mengaku sudah tahu sejak pagi dari media massa. Namun para staf ini enggan memberikan penjelasan apapun dengan dalih tak diberi kewenangan menyampaikan keterangan ke wartawan.
“Yang kami tau ibu (Syuhadatul-red,) sedang dinas luar. Selebihnya kami tidak tahu. Pak bagian TU dan kepegawaian ke Dinkes dari pagi tadi,” kata stafnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, suap untuk Hakim Dewi dan Panitera Hendra yang diduga berasal dari Syuhadatul, terkait penanganan perkara nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017 PN Bkl dengan terdakwa Wilson.
Sementara itu, Sekda Kota Bengkulu, Marjon yang merupakan kakak kandung dari Syuhadatul dan Wilson saat dimintai keterangan terkait masalah hukum yang menimpa keluarganya, mengatakan bahwa apa yang terjadi merupakan takdir. Dia tegas mengatakan tidak tahu- menahu soal suap yang dilakukan Syuhadatul ke oknum hakim.
“Jadi, semuanya biarlah berproses hukum. Selaku atasan dan keluarga kami tidak mampu melawan takdir. Kalau saya tahu dia melakukan itu (suap,red) tentu akan saya larang. Saya sangat kaget. Keluarga juga kaget,” kata Marjon dijumpai didepan ruang kerjanya kemarin.
Lebih jauh disampaikan bahwa harusnya semua ASN bekerja dengan benar dan hindari hal- hal demikian. Lalu soal jabatan yang diemban adiknya itu, Marjon mengatakan, ketika sudah tidak bisa fokus lagi menjabat, maka akan disiapkan secepatnya pelaksana tugas Kepala Puskesmas Betungan.
“Bantuan hukum itukan hak semua yang terjerat hukum. Lalu, soal roda pemerintahan, tentu akan ada pergantian jabatan sementara ini,” tutup Dia.
Kemudian soal “nyanyian” mantan Kepala DPPKA M Sofyan soal ada keterlibatan dirinya memerintahkan agar dicairkan uang sebesar Rp 500 juta untuk praperadilan Helmi Hasan, Marjon menganggapnya guyonan.
“Itukan lucu. Mana ada saya seperti itu. Biasalah orang orang sakit hati karena mutasi,” tutup Dia. (lay)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

15 + 4 =