Astaga…Modus Memasukkan Narkoba Mulai Tidak Masuk Akal

Astaga…Modus Memasukkan Narkoba Mulai Tidak Masuk Akal

BERBAGI
Dedi/RBO: Kepala BNNP yang didampingi pihak Biacukai, Dit Narkoba Polda Bengkulu, Kakanwil Bengkulu dan pihak Bandarudara Fatmawati saat pres rilis kemarin
BERBAGI:

Dalam Mayat, Kemaluan Wanita Hingga Ditelan dalam Perut

RBO, BENGKULU – Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen.Pol.Nugroho mengatakan, modus para bandar narkoba guna memasukkan barang haram tersebut ke suatu negara dengan menggunakan berbagai cara.     Adapun modusnya seperti, memasukkan kedalam sepatu, makanan seperti empek-empek, memasukkan ke dalam printer komputer, bawang merah, tringgiling, memasukkan kedalam perut,dll. Bahkan yang lebih gilanya lagi ada yang menyelundupkan narkoba dengan memasukkan barang haram tersebut ke dalam kemaluan wanita.
“Bahkan ada juga yang mengakalinya dengan memasukkan narkoba itu ke dalam mayat. Jadi hati dan usus bayi dibuang dan diisi dengan narkotika. Yang menemukan itu pramugari di Taiwan, pas di cek ternyata bayi itu mayat,” ungkapnya, kemarin (11/9) pada acara rapat sinergitas BNN Bengkulu dengan institusi terkait dalam rangka advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba di aula lantai III Kantor Gubernur Bengkulu.
Mengapa tidak dengan koper? ‘’Karena 1 gram saja sabu yang ditarok di koper akan terdeteksi oleh alat detektor di bandara, karena alatnya sensitif,” tambahnya.
Dijelaskan dia, peran BNN ada tiga. Yakni, sebagai pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi pecandu narkoba.
“Jadi, kita mengajak beliau-beliau ini sebagai fasilitator, sebagai penggiat dimasyarakat. Jadi narkotika di Bengkulu ini sudah mengkhawatirkan juga. Modus sekarang sudah berbagai macam cara,” jelasnya.
Kedua, dalam hal pemberantasan, menurutnya, pemberantasan narkoba di Bengkulu sekarang ini sudah sangat luarbiasa yang telah berhasil diungkapkan oleh pihaknya.
“Peran informasi juga kita kembangkan, lakukan penyelidikan dan kita ungkap. Masalah rehabilitasi atau pengobatan, jadi kami mohon kepada beliau-beliau ini mereka kalau dilingkungannya ada yang terkena mari kita ajak untuk berobat. Jangan musuhi mereka untuk menyelamatkan mereka (para pecandu narkoba-red),” tegasnya.
Sementara itu, ia mengatakan, masyarakat dan pemerintah tidak boleh kalah melawan sindikat narkoba. Pasalnya, sindikat mereka luar biasa di Indonesia ini. Jadi, harus dilawan secara bersama.
“Modus masuknya memang luar biasa. Seperti yang kemarin kita tangkap, itu informasi kita terungkap dari informasi masyarakat kecil. Kita kembangkan, kita cegah di bandara,” jelasnya.
Sementara itu, ia tidak menafikan bahwa  pengedaran narkoba sekarang ini masih dapat dikendalikan dari dalam Lapas oleh para bandar narkoba.
“Di LP mereka masih bawa HP, nggak kan habis jika mereka masih bawa HP. Karena narkoba ini kan barang dari luar negeri masuk ke Indonesia. Mereka menjual kepada sindikatnya di dalam LP. Bagaimana untuk memusnahkan? Napi jangan pakai HP 100 persen. Menurut saya tidak akan bisa dikendalikan lagi kalau di LP tidak ada yang bawa HP,” pungkasnya.
Sementara itu, agenda kemarin turut dihadiri GM RADAR BENGKULU Syahbandar, GM RBTV Dedi Wahyudi dll. (ags)