Pasca Jembatan Putus, Petani Susah Keluarkan Hasil Tani

Pasca Jembatan Putus, Petani Susah Keluarkan Hasil Tani

SAM/RBO: Jembatan Putus
BERBAGI:

RBO, MUKOMUKO – Pasca runtuhnya jembatan yang menghubungkan Desa Retak Ilir dengan Desa Pasar Ipuh Minggu dini hari lalu, petani setempat kerepotan mengeluarkan hasil tani dari wilayah sekitar jembatan.
Salah seorang perangkat Desa Retak Ilir, Sukarni mengatakan, petani terpaksa memutar sekitar 15 kilometer lebih untuk mengeluarkan hasil tani.
“Jembatan itu merupakan akses terdekat untuk mengeluarkan sawit atau hasil tani lainnya. Selain itu, mobilitas masyarakat yang kerap hilir mudik menggunakan jembatan itu sangat terganggu,” katanya.
Ia berharap, perbaikan jembatan itu bisa dilaksanakan cepat. Meskipun bukan jalan satu-satunya, namun jembatan itu akses terdekat.
Sementara itu, Kadis PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, ST, MT yang telah melakukan pengecekan langsung kelokasi berencana akan menggunakan dana tak terduga untuk membuat jalan darurat sebagai alternatif sementara.
“Dalam waktu dekat ini tidak ada pembangunan jembatan. Bahkan untuk tahun depan, jembatan peninggalan Pemerintah Bengkulu Utara itu belum direncanakan untuk dibangun. Alternatifnya, kita bangun jalan darurat sekitar 3 kilo meter  menggunakan dana tak terduga,” katanya.
Tambahnya, pihaknya saat ini sedang melakukan pengkajian terhadap rencana tersebut.
“Sudah kita lakukan pengecekan. Ada beberapa ruas jalan alternatif itu yang harus diperbaiki,” singkatnya. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

11 − eleven =