Gagal Menikah, Pakai Baju Pengantin ke Polda

ADO-ADO AJO Featured Hukum & Kriminal

Calon Mempelai Pria Malah Kabur

RBO, BENGKULU – Dema Putri (21) seorang Mahasiswi PTN Bengkulu memakai baju pengantin saat melapor ke Polda Bengkulu pukul 10.00 WIB kemarin. Masalahnya, dia batal menikah. Gara-gara sang kekasih kabur saat detik-detik akan akad nikah.

Mempelai pria atas nama Don Wilis, warga Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu yang memberi janji bersedia menikahinya itu kabur ke Kalimantan dengan alasan bekerja. Ya, tinggallah putri sendiri.

Data yang terhimpun RADAR BENGKULU, Dema Putri yang masih mengenakan gaun pengantin lengkap dengan inai di kuku sebagaimana layaknya seorang pengantin yang siap untuk ijab kabul itu mendatangi Reskrimum Polda Bengkulu didampingi ibunya dan Kepala Desa Talang Tiga, Bermani Ilir, Kepahiang desanya.  Mereka melaporkan calon mempelai pria atau calon suaminya itu ke Reskrimum Polda Bengkulu.

Dema Putri saat dikonfirmasi mengatakan, dia kenal dengan calon suaminya itu sudah 5 tahun terakhir. Namun untuk kenal lebih dekat sudah 2 tahun dan sudah terbilang cukup lama, sehingga kekasihnya itupun memberikan janji yang meyakinkan bersedia untuk menikahinya dan bertanggung jawab sepenuhnya tentang dirinya.

“Ya, dia (Don Wilis, red) sudah berjanji mau menikahi aku. Bahkan dia mengatakan mau bertanggung jawab sepenuhnya tentang diriku. Tetapi setibanya jadwal yang telah dijanjikan itu hari ini (kemarin red) dia malah sudah tidak ada lagi di Bengkulu ini dan sudah berangkat ke Kalimantan dengan alasan untuk bekerja,” bebernya saat dihampiri RADAR BENGKULU seusia melapor ke ruang Reskrimum Polda Bengkulu kemarin Rabu, (13/9).

Kemudian dia juga mengatakan, pernikahan ini sesuai sebelumnya Don Wilis sudah siap untuk menikahinya pada Rabu malam kemarin di salah satu KUA di Kota Bengkulu ini. Namun permintaan ijab kabul itu dibatalkan oleh ibunya. Sebab, dirinya sebagai anak pertama ibu dan keluarganya minta pernikahan anak tertuanya itu di kediamannya di Kabupaten Kepahiang pagi kemarin.

Saat pembatalan ijab kabul itu, calon mempelai priapun bersedia. Namun setelah penghulu dan tamu undangan hadir dan siap untuk menyaksikan pernikahan itu, calon mempelai Don Wilis malah tidak ada kabar lagi. Dan mendapat informasi mempelai pria sudah berangkat ke Kalimantan, dia yang tidak terima dipermainkan oleh calon suaminya itu langsung berkoordinasi dengan pihak penegak hukum.

“Ya, tadi rencananya kita mau melapor, tetapi belum cukup barang bukti kata penyidik. Sehingga kita hanya berkoordinasi saja dulu dan akan dilengkapi nantinya,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Talang Tiga Kabupaten Kepahiang, Mulyadi, yang ikut mendampingi calon pengantin itu melapor ke Mapolda Bengkulu saat dikonfirmasi mengatakan, memang sejak pukul 08.00 WIB pagi kemarin pihak keluarga dan perangkat desa sudah menunggu kedatangan calon mempelai pria. Tapi ia tidak datang dan kami mendapat kabar bahwa yang bersangkutan berangkat ke Kalimantan.

“Ya, kami sudah menunggu dari sejak pagi tadi, sesuai dengan permintaan pihak keluarga calon Pengantin ini. Tetapi setelah beberapa jam kita menunggu calon pengantin pria tak kunjung datang, sehingga calon pengantin wanita berkesimpulan membawa kejadian ini ke ranah hukum. Saya sebagai kepala desa setempat ikut saja untuk mendampinginya,” bebernya. (ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *