Pesta Spektakuler Bengkulu Jadi Tontonan Dunia

Pesta Spektakuler Bengkulu Jadi Tontonan Dunia

BERBAGI
IST/RBO: Tabut Bengkulu saat diarak untuk dibuang ke Karbela, Padang Jati Kota Bengkulu
BERBAGI:

Dari Perayaan Tabut sampai ke Festival Tabut Bengkulu 2017

BULAN September 2017 ini di Kota Bengkulu akan digelar Festival Tabut. Rencananya, perayaan itu dihelat tanggal 21- 31 September 2017 di Lapangan Merdeka Kampung. Acara ini selalu berlangsung meriah dan menyedot puluhan ribu dan bahkan pada malam tabut bersanding dan tabut tebuang hampir mencapai ratusan ribu warga dari berbagai daerah di Indonesia. Siapa yang melaksanakan ritual tabut itu? Berikut laporannya.

AZMALIAR ZAROS – Bengkulu

TABUT yang dibuat setiap tahun pada bulan Muharam itu, kata Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Kota Bengkulu, Ir Achmad Syiafril Syahbuddin merupakan tradisi masyarakat Kota Bengkulu. Yang membuatnya itu, tidak semua warga Kota Bengkulu. Tetapi, itu dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat.

‘’Yang melaksanakan ritual tabut itu hanyalah warga yang berasal dari keluarga tabut saja. Warga lainnya, tidak melaksanakannya,’’ ujarnya.

Ketua Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) Kota Bengkulku, Ir. Syiafril Syahbudin

Upacara tradisional masyarakat Bengkulu ini, lanjutnya, diadakan untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Kapan perayaan tabut ini pertama kali dilakukan, paparnya, soal tanggal dan tahunnya dia kurang tahu juga. Karena, data secara pasti memang tidak ada bukti otentiknya. Karena zaman itu tidak ada ditemukan bukti tertulisnya. Karena, dia juga dapat sumber dari orangtuanya waktu dulu tidak ada juga bukti tertulis. Namun menurut keterangan orangtua-tua dulu, diperkirakan pertama kali dilaksanakan sekitar tahun 1336 Masehi atau abad 14. Yang melaksanakannya itu adalah Syeh Burhanuddin atau yang dikenal Imam Senggolo.

Rombongan ini adalah penyebar agama Islam dari Punjab, India. Yang datang waktu itu bukan dia saja, tetapi ada 12 teman lainnya yang misinya sama. Yaitu menyebarkan agama Islam. Mereka itu adalah para pelaut ulung di bawah pimpinan Imam Maulana Irsyad. Namun Imam Maulana Irsyad, Imam Sobari, Imam Bahar, Suandari, Imam Syahbuddin kurang dikenal karena dia tidak menetap dan sering berpindah.

Syeh Burhanuddin (Imam Senggolo) ini kemudian menikah dengan wanita Bengkulu. Kemudian anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabut melakukannya secara rutin. Upacara ini dilaksanakan dari 1 sampai 10 Muharram setiap tahun.

Prosesi ritual tabut ini pada tanggal 1 Muharam mengambil tanah, 5 Muharam duduk penja, 5-6 Muharam acara menjara dan beruji, 7 Muharam dan 8 Muharam acara arak jari-jari dan arak sorban, 9 Muharam arak gedang atau tabut bersanding di lapangan Merdeka Kampung dan 10 Muharam tabut tebuang.

Setelah Burhanudian ini wafat, maka perayaan tabut ini dilanjutkan oleh keturunannya secara turun- temurun di lapangan Merdeka Kampung. Mereka ini terbagi dalam dua kelompok. Yaitu kelompok tabut imam atau pemimpin. Kedua, kelompok bangsal atau perdana menteri.

Adapun keluarga yang tergabung dalam kelompok tabut imam itu, lanjutnya, adalah Adil Qurniawan S.Si Padang Harapan, Syaiful Idris di Kampung Terendam/Kampung Kepiri, Idrus Kasim, Anggut Bawah, Syaiful Muchlis Gabe Penurunan, Hendri G Kebun Bler, Agus Salim Kasim Lempuing, Amsaruddin Lempuing, Efri Nurdin, Meriam, Malabro, Nazar Sumur Meleleh.

Sedangkan kelompok bangsal, yaitu Hendra Zainuddin Tengah Padang, Buyung Syaril/Jengau, Tengah Padang, Bambang Hermanto Tengah Padang, Saidina Muhammad Tengah Padang, Didi Syaril Bajak, Sofyan Kebun Roos, Dayat Jafri Bajak dan Yanuar Satria Utama S.Kes Kampung Bali.

Perayaan tabut ini, paparnya, setiap tahun selalu ramai dikunjungi masyarakat. Mereka tidak hanya dari Kota Bengkulu. Tetapi juga ada dari Provinsi lain di Indonesia. Terkadang juga ada turis asing.
Tabut ini dibuat langsung oleh keluarga tabut ini secara patungan.

Melihat potensi yang dilakukan ini bagus untuk daerah, maka pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemda Kota ikut andil dalam ritual ini sekitar tahun 2000-an. Maka acaranya diubah jadi nama Festival Tabut. Dalam festival tabut ini, Pemerintah daerah bersama jajarannya, termasuk BUMN, BUMD, pihak swasta ikut memberikan bantuan untuk keluarga tabut dan juga ikut membuat tabut juga.

Yaitu, tabut pembangunan. Bedanya, tabut pembangunan ini tidak mesti mengikuti acara ritual yang dilakukan keluarga tabut itu. Tabut pembangunan ini dibuat supaya tabutnya lebih banyak dan acaranya lebih meriah.

Selain itu, pemerintah juga membuat acara pendukung lainnya. Diadakan berbagai acara lomba kesenian daerah, pameran dan juga bazar untuk umum, permainan tradisi rakyat Bengkulu.

Jadi festival tabut ini akhirnya menjadi acara yang paling meriah dan istimewa. Karena acaranya itu ramai dikunjungi orang. Saat itu orang ramai bersilaturahmi dengan sanak saudaranya. Malah acara tabut ini jadi agenda pertemuan mereka setelah lama berpisah karena tugas /kerja diluar daerah. Acara ini juga akhirnya jadi tontonan menarik bagi warga Indonesia dan dunia.

Lebih lanjut Syiafril menjelaskan, tahun ini pihaknya akan mengemas pelaksanaan Tabut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk konsep tahun ini akan berbeda dan meriah. Untuk pembukaan itu selama ini menjemput dan menggiring gubernur dan rombongan itu dolnya cuma sedikit, yang dipikul paling 20, namun tahun ini ada 75 dol yang dipikul dari gedung daerah. ‘’Jadi, dol yang ditarik dikiri-kanan itu totalnya ada 150 dol. Jadi gaungnya meriah dan semarak,” tambahnya.(**)