RM-Lily dari Gedung Mewah ke Sel Polisi, Tanpa Senyum

RM-Lily dari Gedung Mewah ke Sel Polisi, Tanpa Senyum

BERBAGI
DEDI/RBO: Ridwan Mukti dan Istrinya Lily saat tiba di Mapolda Bengkulu dan langsung dimasukan ke dalam penjara sebagai titipan sampai 7 Oktober 2017

Badan Stabil, Rambut Rapi, Sepatu Agak Kusam, Tanpa Senyum

RBO, BENGKULU – Rahasia Allah tidak ada yang tahu. Dan inilah kenyataan dan perjalanan hidup yang harus dilalui. Dulu dari gedung mewah, kamar dan kasur serba empuk dan harum, kini harus tidur dalam sel polisi yang pintunya dikunci dari luar. Itulah sekelumit perjalanan hidup Gubernur Bengkulu nonaktif, Dr H Ridwan Mukti, MH dan istri Hj Lily Martiani Maddari.
Penyidik KPK kemarin Senin, (18/9) mengeksekusikan 3 Tsk kasus suap fee proyek ke Rumah Tahanan (Rutan) Bengkulu. Mereka yakni, Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti, beserta istri Lily Martiani Madari ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Bengkulu. Sedangkan Tsk Rico Dian Sari ditahan di Rutan kelas II B Bengkulu. Selain menjadi saksi terdakwa Joni Wijaya di persidangan, nantinya 3 orang Tsk itu juga direncanakan segera diadili di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu.
Ridwan Mukti terlihat sehat dan badannya makin stabil, tak terlalu gemuk. Rambutnya rapi. Sayang ketika ditanya dia tak mau menjawab. Hanya cemberut sambil melangkah serius. Memakai kemeja putih lengan panjang celana hitam yang rapi, peci hitam lalu menyandang tas sebelah kanan. Namun sepatunya terlihat agak kusam dan kalah mengkilat jika dibanding sepatu para pengawalnya dari kepolisian dan KPK.
Data yang terhimpun RADAR BENGKULU Tsk Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari dan Rico Dian Sari terbang ke Bengkulu menggunakan maskapai Garuda dengan Nomor penerbangan GIA 298 dan tiba di Bandara Fatmawati Bengkulu sekira pukul 15.29 WIB sore kemarin. Untuk Tsk Joni Wijaya langsung digiring ke Rutan Malabero Kelas II B Bengkulu. Kemudian untuk Tsk Ridwan Mukti dan istri Lily Martiani Maddari, digiring ke Mapolda Bengkulu.
Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti tiba di Mapolda Bengkulu tampak masih setia mengenakan pakaian khasnya kemeja putih dan celana hitam. Demikian juga dengan sang Istri Lily Martiani Maddari masih menggenakan kerudung warna hijau. Namun pada saat dihampiri para awak media yang menunggu pada saat itu mereka enggan memberikan komentar apa-apa.
Juru bicara KPK RI Febri Diansyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemindahan 3 orang Tsk itu ke Bengkulu Senin siang kemarin. Kemudian untuk penitipan 3 orang Tsk itu dititipkan di dua tempat. Ada yang di Rutan Malabero dan ada yang dititip di Ruang tahanan Mapolda Bengkulu.
“Siang ini (siang kemarin red) 3 Tsk kasus suap fee proyek itu memang diberangkatkan dari Jakarta menuju Bengkulu. Untuk Tsk Ridwan Mukti dan Istri Lily Martiani Maddari dititipkan di Mapolda Bengkulu. Sementara Rico Dian Sari dititipkan du Rutan Malabero kelas II B Bengkulu,” ujarnya.
Untuk berkas perkara 3 orang Tsk yang dilimpahkan itu Penyidik KPK juga sudah menyertakan rampung atau P21 dan memberi waktu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk menyusun dakwaannya dan langsung dilimpahkan ke PN Tipikor Bengkulu untuk diadili.
“Sekarang JPU KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan tiga orang Tsk itu. Setelah itu segera dilimpahkan ke PN Bengkulu untuk disidangkan mungkin pada Oktober mendatang,” ucapnya.
Sementara itu ketua tim JPU terdakwa Joni Wijaya, Fitroh Roh Cahyanto, saat dikonfirmasi mengatakan, 3 orang Tsk yang dilimpahkan itu juga segera menjadi saksi di persidangan terdakwa Joni Wijaya nantinya. Tetapi belum dapat dipastikan kapan. Mungkin dalam waktu dekat ini.
“Ya 3 orang Tsk itu akan kita hadirkan di muka persidangan terdakwa Joni Wijaya minggu depan. Untuk minggu ini masih saksi lain yang kita hadirkan sesuai dengan pernyataan dan rencana kita sebelumnya 3 orang Tsk itu akan kita hadirkan menjadi saksi setelah dilimpahkan ke Penuntut umum,” ucapnya. (ide)