Kementan Dorong Pengelolaan 3 Komoditas

Kementan Dorong Pengelolaan 3 Komoditas

11
BERBAGI
Ist/RBO: Menteri Pertanian yakin kepada petani dan pekebun Bengkulu dapat maju. Terlihat Menteri dan plt. Gubernur terus intens komunikasi dan diskusi.

RBO, BENGKULU – Pihak Kementerian Pertanian RI (Kementan-red) terus mendorong pengelolaan tiga komoditas unggulan Indonesia kepada para petani dan pelaku pertanian lainnya. Yakni komoditas kelapa sawit, kopi, dan karet. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia.

“Kita konsentrasi pada tiga komoditas ini, supaya masuk skala industri,” tegas Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi Perbenihan/Perbibitan di Balai Raya Semarak Bengkulu, Senin malam (18/9).

Upaya yang bakal dilakukan, lanjutnya, yaitu dengan peremajaan (replanting) kebun rakyat, juga mendorong hilirisasi industri di Bengkulu. Pada kesempatan itu, Menteri Amran menegaskan akan segera menerbitkan izin untuk pengolahan karet.

“Tadi Pak Gubernur sampaikan untuk karet mau dirikan industri. Saya targetkan izinnya satu minggu rampung. Tanggal 25, ga boleh lewat, jam 12 malam sudah ditandatangani izinnya,” tegas Mentan dengan menginstruksikan Dirjen Perkebunan agar menyusun draftnya.

Sementara itu, terkait soal produksi kopi, ia memaparkan saat ini Indonesia masuk urutan ke empat di bawah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Dirinya bertekad, Indonesia akan mampu merajai produsen kopi dunia, jika produksinya ditingkatkan.

“Dulu kita nomer dua. Kalau produksi kopi naik satu juta ton saja, kita bisa kembali ke peringkat dua. Kalau mencapai dua juta ton, kita merajai kopi dunia,” terangnya.

Sementara itu, Plt.Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, Bengkulu memiliki potensi produksi kopi pada urutan ke 3 di Indonesia. Produksinya bisa mencapai 88 ribu ton. Kelapa Sawit masih menjadi komoditas andalan. Sedangkan karet, perlu didirikan industri pengolahan, sehingga mampu menggenjot pendapatan petani.

“Kalau di tahun 2018 nanti izin untuk industri karet ini bisa dikeluarkan, akan sangat membantu untuk meningkatkan harga getah karet pada petani, di samping efek ekonomi yang lain,” tegasnya.

Dijelaskan dia lebih lanjut, pengadaan bibit sawit karet dan kopi yang tersertifikasi akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Lalu, akan membantu meningkatkan penghasilan pada tingkat petani, serta berdampak pada efek meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, replanting untuk tanaman perkebunan tani serta tanaman pangan, Kementerian Pertanian tak mau asal-asalan. Sehingga bibit yang diberikan untuk petani, adalah bibit terbaik. Program bibit yang diberikan pemerintah juga sudah satu paket dengan pupuknya. Petani juga dinilai perlu untuk memperhatikan soal bibit yang bakal ditanam.

“Syarat melakukan replanting, hati-hati di bibit. Salah bibit penyesalannya lima tahun,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

15 + two =