SPBU Simpang Nangka Disegel Polisi

SPBU Simpang Nangka Disegel Polisi

10
BERBAGI
Petugas segel SPBU simpang nangka RL.

RBO, CURUP – Lantaran tidak mengindahkan peringatan yang dilayangkan petugas Kepolisian kesekian kalinya, akhirnya SPBU Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu disegel Selasa pagi (19/09).

Dari hasil penyegelan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 16 jerigen dengan isi sebanyak 35 liter. Selain itu, petugas dan pemilik SPBU Simpang Nangka langsung digelandang petugas untuk dimintai keterangan terkait kewenangan pemberian pengisian jerigen kepada pengecer.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Yogi Yusuf, SH, SIK, melalui Kanit Tipiter, Ipda. Bayu Heri.P, kepada wartawan dalam keterangan persnya di Mapolres Rejang Lebong membenarkan. Dikatakan Dia saat ini petugas melakukan pemeriksaan kepada petugas dan pemilik SPBU Simpang Nangka. Dilanjutkan, pemeriksaan dilakukan karena SPBU itu tidak mengindahkan peringatan yang sudah dilayangkan sebanyak 3 kali.

“Sebenarnya kasus kecurangan SPBU Simpang Nangka ini sudah diprotes warga beberapa waktu lalu. Bahkan pristiwa tersebut sempat menghebohkan warga di media sosial. Saat ini petugas sudah memberikan peringatan kepada pemilik SPBU untuk tidak melayani pengisian melalui jerigen. Namun beberapa waktu kemudian tindakan itu masih dilakukan dan sudah kita berikan peringatan namun belakangan ini kembali dilakukan hingga akhirnya kita mengambil sikap tegas menindak pemilik SPBU dan warga pengecernya,” terangnya.

Sementara itu, menurut informasi yang berhasil dihimpun, ulah pemilik SPBU Simpang Nangka yang setiap harinya leluasa melayani pengisian BBM menggunakan jerigen baik kepada pengecer yang menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat. Sehingga tidak jarang setiap pukul 13.00 WIB stok BBM jenis premiun sudah habis bahkan warga Rejang Lebong sudah tidak asing lagi melihat pemandangan SPBU Simpang Nangka yang tutup lebih awal daripada SPBU Simpang Korem atau depan Bataliyon.

Selain itu, petugas SPBU Simpang Nangka ini kerap dikeluhkan lantaran lebih mendahului pembeli yang menggunakan jerigen ketimbang pengendara kendaraan bermotor atau kendaraan roda empat. Alhasil beberapa waktu lalu sempat ada seorang ibu-ibu yang nekat mengamuk di depan petugas SPBU lantaran lebih memprioritaskan pengecer ketimbang kendaraan warga biasa. (gol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

12 − three =