Tabut Tahun Ini Beda, Lebih Wow dan Heboh

Tabut Tahun Ini Beda, Lebih Wow dan Heboh

8
BERBAGI

Hari Ini Pembukaan & Ini Dia Jadwalnya

RBO, BENGKULU – Pembukaan Festival Tabut, yakni ritual religius berbalut budaya menyambut 1 Muharram 1439 Hijriah di Provinsi Bengkulu yang berlangsung selama 10 hari mulai digelar hari ini. Pelaksanaan festival secara umum terbagi dua kegiatan. Yakni pertunjukan seni budaya dan ritual Tabut, yakni peringatan kematian cucu Nabi Muhammad SAW bernama Hasan dan Husein di Padang Karbala. Secara khusus, ritual Tabut akan berlangsung selama 10 hari oleh Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu. Acara ini akan disaksikan jutaan orang Bengkulu, Indonesia hingga berbagai negara belahan dunia.

Berdasarkan jadwal, banyak rangkaian acara yang akan dilalui. Seperti pada tanggal 19 September (28 Dzulhijjah) bertempat di musala Karbala dilakukan doa mohon izin kepada Allah SWT. Setelah maghrib dilanjutkan salama, salawat, zikir, yaasin, doa dan salat Isya serta doa di mashad Imam Senggolo.

Sementara itu, pada hari Rabu 20 September 2017 setelah salat Ashar bertempat di Balai Adat Bengkulen digelar doa mohon keselamatan kepada Allah SWT agar selamat dan terhindar dari malapetaka setahun mendatang. Dilanjutkan dengan mengambik tanah yang menyimbolkan mengenang asal kejadian manusia dari tanah dan akan kembali ke tanah, lokasinya saat tengah malam di bawah tebing surau Horizon dan Tapak Paderi.

Pada tanggal 24-25 September 2017 digelar ritual duduk penja yang menyimbolkan menegakkan pilar Islam yakni, salat 5 waktu. Tanggal 25-26 (Senin-Selasa malam) digelar agenda Menjara yang menyimbolkan perjalanan panjang di malam hari dengan arak-arakan dol, bendera dan panji-panji kebesaran yang diibaratkan ketika perjalanan dari Medinah menuju Padang Karbala Iraq tempo dulu tahun 61 H atau 680 M.

Ritual selanjutnya yakni Menjara tanggal 26-28 September 2017 yang sebagai simbol sosialisasi bahwa Al Husein sudah syahid. Selanjutnya ritual Arak Jejari atau Arak Penja tanggal 27 September menyimbolkan menjunjung 5 pilar Islam, yakni 5 waktu salat. Selanjutnya tanggal 28 digelar Arak Seroban yang menyimbolkan menjunjung kemulian Al Husein, pemimpin pemuda ahli surga. Hari Gham tanggal 29 September adalah hari bersedih dan merenung. Pada tanggal 29 September pukul 16.00 sesudah salat ashar di Simpang RS.Bhayangkara-Unihaz Puncak Tabut yang akan dimeriahkan penampilan 150 tassa-dol.

Selanjutnya, tanggal 29 September (Jumat malam Sabtu) digelar Arak Gedang dan Tabut besanding yang menyimbolkan mengenang kejayaan Islam yang mencapai puncaknya antara abad VII dan XIII.

Agenda selanjutnya, tanggal 30 September (10 Muharram) pukul 14.00 WIB digelar acara Arak Tabut Tebuang menuju Padang Karbala, upacara resmi pelepasan Arak Tabut Tebuang menuju Padang Karbala oleh Plt.Gubernur Bengkulu Dr.drh.H.Rohidin Mersyah,MMA. Tabut Tebuang adalah simbol membuang kebiadaban, keburukan dan kesombongan, kegagahan dan keindahan, kecantikan yang tak abadi, semua akan sirna. Serta, acara terakhir yakni mencuci penja, yakni simbol penyucian diri yang berawal dari tangan diiringi salam, salawat, yaasin, tahlil dan doa penutup prosesi ritual.

Sementara itu, Plt.Gubernur Bengkulu Dr.drh.H.Rohidin Mersyah,MMA mengatakan, guna menyukseskan pelaksanaan Tabut tahun 2017 ini, pihaknya melakukan berbagai upaya. Diantaranya, dengan melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat.

“Jadi betul-betul Keluarga Kerukunan Tabot lah (KKT) sebagai penyelenggara event sepenuhnya,” tegasnya, kemarin.

Dijelaskan dia, pada pelaksanaan Tabut tahun ini Pemprov Bengkulu sifatnya hanya memfasilitasi dan memberikan dukungan kelancaran acara, baik secara sarana-prasarana, pengamanan, maupun kegiatan seremonial lainnya.

“Tabut tahun ini kita melibatkan instansi vertikal. Kita mengajak BUMN, BUMD yang akan ikut dalam bazar nanti, dan itu juga dikelola oleh KKT. Kalau selama ini kan Pemprov yang mengelolanya, makanya saya katakan agar sektor swasta lebih bisa berkembang,” terangnya.

Sementara itu, ia juga meminta keterlibatan pihak kabupaten/kota dalam penyelenggaraan event Tabut tahun ini.

“Kita minta mereka terlibat langsung mensupport dalam bentuk Tabut Pembangunan. Tabut pembangunan yang ada 16 itu ditambah pimpinan OPD dan kabupaten/kota, kita minta juga ikut serta,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KKT Bengkulu Ir. Syiafril Syabudin menjelaskan, tahun ini pihaknya akan mengemas pelaksanaan Tabut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk konsep tahun ini akan berbeda. Untuk pembukaan itu selama ini menjemput dan menggiring Gubernur dan rombongan, dolnya itu kan cuma dikit. Yang dipikul paling 20. Kalau tahun ini 75 dol yang dipikul dari gedung daerah,” terangnya, kemarin.

“Jadi dol yang ditarik dikiri-kanan itu 150. Kan dulu saat pembukaan, jangan dol nya hanya 4 buah yang ditarok dikit, jadi gaungnya kurang itu,” tambahnya.

Dijelaskan dia, tahun ini pihaknya yang akan mengkoordinir stand bazar Tabot.

“Bazar kita yang mengkoordinir, untuk pameran ada stand bazar ukuran 5×5 itu Rp 6 juta,” terangnya.

Ditambahkan, saat acara puncak Tabot nantinya, pihaknya akan menggunakan sebanyak 120 dol dan 30 tasa.

“Sebelumnya tidak pernah kita buat itu. Tahun ini Tabut kita targetkan ada 40 an lebih. Terdiri dari Tabut sakral 17, Tabut Pembangunan, ditambah Tabut kabupaten/kota. Jadi, total 40 an Tabut,” demikian tutupnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

13 + fifteen =