Safriandi Enggan Bicara Tuduhan Fee Rp 1,5 Miliar

Safriandi Enggan Bicara Tuduhan Fee Rp 1,5 Miliar

9
BERBAGI
IST/RBO: Ilustrasi Dugaan Korupsi

RBO, BENGKULU – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Safriandi enggan menanggapi soal tuduhan dirinya menerima fee proyek dari Tsk kasus suap yang terjaring KPK Rico Dian Sari. Dikatakan Safriandi bahwa pernyataan menolak tudingan itu telah disampaikannya berulang kali sebelum ada keterangan saksi dari staff Rico Dian Sari.
“Sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa itu tidak benar. Sudahlah, tidak usah dibahas lagi,” kata Dia.
Safriandi malah mengalihkan wawancara dengan menyampaikan bahwa saat ini, PUPR Kota Bengkulu masih terus fokus melakukan pengerjaan infrastruktur. Antara lain kata Andi yakni pelebaran jalan dan pengaspalan jalan lingkungan.
“Baiknya kita bahas soal pembangunan. Sebab, itu lebih dinanti masyarakat. Yang lainnya biarkan mereka (aparat-red) bekerja. Kami (PUPR) masih terus fokus bekerja perbaiki usulan jalan dari masyarakat. Apalagi sudah dipenghujung tahun,kita kejar target,” elak Dia.
Untuk diketahui bahwa pada sidang yang mendudukan Joni sebagai terdakwa penyuap RM dan Lily, jaksa penuntut umum dari KPK menghadirkan saksi Haris Taufan Tura, staf PT. RPS. Saat itu saksi Haris ditanya JPU terkait keterangannya di dalam BAP.
Saat itu Haris menyebut bahwa pada tanggal 23 Maret 2017 Dia pernah diperintahkan oleh Rico untuk menyerahkan uang fee kepada Syafriandi sejumlah Rp 1 Miliar melalui ajudannya. Lalu ada pula disebutkan bahwa sebelumnya pihak PUPR datangi PT RPS ambil Rp 500 jita. Namun Andi tetap bantah, meski dirinya sudah pernah diperiksa tim KPK. (lay)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

twenty − eleven =