Sungai Rupat Meluap, Rumah Warga longsor

Sungai Rupat Meluap, Rumah Warga longsor

7
BERBAGI
IST/RBO: Kondisi rumah korban yang terkena longsor dan luapan sungai rupat kemarin

Pemerintah Pernah Janji Buat Pondasi

RBO, BENGKULU – Kota Bengkulu yang diguyur hujan dan disertai badai sejak dini hari kemarin Rabu,(20/9) selain dilanda banjir di Kota Bengkulu juga terjadi tanah longsor. Kejadian itu terjadi di Kompleks Pepabri RT 16 Blok C 1 Nomor 14, tepatnya di pinggir Sungai Rupat, Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu milik korban Uni Wati (40). Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian ditafsirkan puluhan juta rupiah.
Uni Wati, korban dalam longsor itu saat dikonfirmasi menuturkan, kejadian longsor itu terjadi kemarin Rabu pagi sekira 10.00 WIB. Tanah itu longsor selain dari curah hujan yang tinggi, tanah di bagian belakang rumahnya juga terkikis akibat derasnya luapan air di Sungai Rupat itu.
“Yang terkena longsor rumah bagian belakangnya. Sekarang yang masih membuat rumah ini tampak berdiri hanya dibantu oleh 1 pondasi yang tersisa. Selainnya habis semua dibawa arus air sungai ini,”terangnya kemarin.
Kalau hanya curah hujan, dijelaskannya, tanah di bagian belakang rumah ini tidak akan longsor. Namun longsornya tanah itu akibat gerusan air Sungai Rupat itu yang meluap dan mengalir deras akibat hujan dalam satu hari ini. Sebelum longsornya tanah itu dirinya sudah curiga dan merasa cemas melihat air Sungai Rupat itu u terus meluap dan mengalir dengan deras. Oleh sebab itu dirinya dibantu warga setempat langsung mengevakuasikan barang-barang yang ada di rumah itu ke tempat yang lebih aman.
“Ya, kalau barang sudah saya pindahkan di rumah tetangga depan rumah ini. Tadi dibantu oleh warga setempat untuk memindahkannya ke rumah tetangga yang aman dan jauh dari banjir dan longsor,”jelasnya.
Kendati rumahnya itu sudah tidak layak dihuni lagi, namun dirinya masih tetap menunggu rumah itu, meskipun mengancam keselamatan.
“Kalau saya untuk sementara biarlah disini dulu. Rumah orang tua dan adek saya juga ada yang dekat dari sini. Kalau memang rumah ini habis terkikis air ini nanti baru saya pindah. Mudah-mudahan rumah ini masih tetap bertahan dan hujan segera berhenti,” harapnya.
Kemudian dia juga mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian longsor ini hanya ada satu, yaitu dengan cara memberi pondasi di pinggir Sungai Rupat itu. Memang sebelumnya sudah dikasih pondasi, namun tidak kuat untuk menahan kikisan air Sungai Rupat yang meluap tinggi ketika hujan.
“Sekarang ini pembangunan pondasi untuk menahan kikisan air Sungai Rupat ini yang kita butuhkan. Kalau yang di kompleks depan itu sudah dibangunkan pondasinya yang kuat, sehingga rumah mereka tidak terjadi seperti rumah saya ini (longsor). Sebelumnya pemerintah sempat juga memberi janji untuk membuat pondasi di pinggir Sungai Rupat ini, tetapi hingga sekarang belum juga terrealisasi. Kita harap pondasi di pinggir sungai yang dijanjikan itu segera dibangunkan oleh pemerintah yang terkait. Sehingga kami bebas dari banjir dan longsor,”harapnya.(ide)

 

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five × five =