Wajar, Turis Asing Belum Tersedot ke Tabut Bengkulu

Wajar, Turis Asing Belum Tersedot ke Tabut Bengkulu

7
BERBAGI
Agus/RBO: Gub dan KKT saat Proses pembukaan tabut

Dari Perayaan Tabut Sampai Festival Tabut Bengkulu 2017

MESKIPUN Event Festival Tabut atau biasa juga disebut Festival Tabot telah menarik puluhan ribu, bahkan ratusan ribu warga setiap tahunnya ke Kota Bengkulu, ternyata even yang tahun ini akan digelar 20-30 September 2017 itu belum mampu juga menyedot turis asing. Padahal, acara yang digelar secara spektakuler itu terbuka untuk umum dan bebas disaksikan siapa pun, termasuk wisatawan asing potensinya besar. Kenapa bisa begitu? Baca laporannya berikut ini.

AZMALIAR ZAROS – BENGKULU

Menurut Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Kota Bengkulu, Ir. Achmad Syiafril, Festival Tabut yang digelar setiap tahun pada tanggal 1-10 Muharam di Kota Bengkulu itu memang telah mampu menyedot masyarakat ke Bengkulu karena acara itu terbuka untuk umum. Semua orang bisa menontonnya dan menyaksikannya secara langsung. Tidak perlu diundang.

Walaupun panitia tidak menyebarkan undangan, namun acara itu selalu ramai dikunjungi orang. Yang datang itu bukan hanya orang dari Kota Bengkulu. Melainkan juga banyak dari kabupten yang ada di Provinsi Bengkulu. Bahkan, ada juga yang berasal dari berbagai provinsi di tanah air. Terkadang-kadang juga ada wisatawan asing tecogok di Lapangan Tugu atau lapangan Merdeka setiap acara ini digelar.

Khusus wisatawan asing ini, paparnya, memang tidak banyak yang tecogok di lapangan Merdeka itu. Jumlah mereka itu paling puluhan orang saja. Itu pun nampaknya kebetulan saja. Ada yang diundang pemerintah daerah dan ada juga yang kebetulan liwat karena sedang melancong ke Bengkulu.

Belum banyaknya turis asing datang ke Bengkulu menurut Syiafril, itu tak pelu ditangisi. Tak perlu dirisaukan. Pasalnya, pesta besar dan spektakuler masyarakat Bengkulu ini mereka banyak yang tidak tahu. Bagaimana mereka akan datang kalau acaranya, waktunya tidak disampaikan kepada mereka dan masyarakat umum lainnya.

Apa yang perlu dilakukan? Yang perlu dilakukan untuk menarik wisatawan asing berbondong-bondong datang ke Bengkulu, maka perlu promosi besar-besaran. Seperti melalui media cetak, elektronik, media sosial, duta besar negara sahabat, biro perjalanan atau trafel. Promo itu tidak hanya dilakukan di daerah ini, tetapi juga di daerah lain. Seperti semua kabupaten, provinsi, di bandar udara di seluruh Indonesia.

Untuk promosi itu, pemerintah daerah dan panitia memang harus gencar jauh-jauh hari sebelumnya. Dua bulan atau satu bulan sebelum ritual acara, promosikannlah lewat media. Sehingga orangluar bisa tahu dan bisa mempersiapkan diri. Demikian juga dengan warga Bengkulu. Mereka harus mempromosikan even budaya itu secara spektakuler dan terprogram dengan baik.

‘’Selama ini kalau saya lihat promosinya itu memang masih kurang. Ini bukan hanya di tingkat nasional dan internasional, tingkat daerah juga sedikit. Kalau promosinya saja masih kurang, bagaimana kita bisa merangkul orang datang ke Bengkulu, sedang dia sendiri tidak tahu acaranya kapan digelar.’’

Dan yang tak kalah pentinngya juga, keluarga tabut harus mampu membuat tabut yang bagus dan punya daya tarik. Sehingga dengan adanya tabut yang bagus itu, maka orang jadi tertarik melihatnya. Bahkan kalau dia sudah tertarik, bisa jadi hal ini akan menjadi agenda rutin mereka juga setiap tahunnya. Mereka akan merasa ada yang kurang kalau tidak melihat tabut Bengkulu.

Untuk membuat tabut yang bagus itu juga, dia yakin bahwa keluarga tabut itu sudah berusaha maksimal menampilkan yang terbaik untuk Bengkulu. Walaupun mereka sedang tidak punya uang, mereka siap untuk meminjam uang ke sana kemari dulu untuk membuat sesuatu yang baru dan bagus untuk tabut itu sendiri.

Nah, keterbatasan keluarga tabut itu juga memang sudah dibantu pemerintah daerah. Akan tetapi momen pemberiannya itu kurang tepat. Sebab, bantuan yang disalurkan itu waktunya terkadang sudah mepet sekali, yaitu sudah mendekati acara ritual tabut tanggal 1-10 Muharam itu. Malah terkadang acara sudah selesai, baru dananya itu cair.

Padahal seharusnya tabut itu harus sudah selesai dibuat sebelum tanggal 1-10 Muharam setiap tahunnya. Sehingga pada acara ritual ini, mereka bisa fokus pada acara ritual tabotnya. ‘’Hendaknya bantuan itu diserahkan satu bulan sebelum tanggal 1 Muharam itu. Karena pembuatan tabut itu memakan waktu kadang lebih dari sebulan.’’

Yang lebih menarik lagi, kedatangan turis asing itu nantinya tidak hanya melihat festival tabut itu saja. Tetapi mereka juga bisa melihat objek wisata sejarah disini. Seperti Benteng Marlborough, Makam Inggris, Tugu Thomas Fart, Rumah Bung Karno, Rumah Ibu negera Fatmawati, acara ritual tabut di rumah keluarga tabut.
Ada juga objek wisata menarik lainnya. Seperti Danau Dendam Tak Sudah, Pantai Panjang, Bukit Kaba, Kebun Teh Kabawetan, Air Terjun Palak Siring Kemumu Bengkulu Utara. (**)

 

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

10 − 2 =