Bos Depot dan Sopir Ditangkap, Kayu Ilegal

Bos Depot dan Sopir Ditangkap, Kayu Ilegal

9
BERBAGI
Dedi/RBO: Dua Tsk Kayu Ilegal yang diamankan Polda Bengkulu kemarin.

Oknum Aparat Diduga Kendali Kayu Ilegal

RBI, BENGKULU – Jajaran tim Penyidik Subdit Tipidter Reskrimsus Polda Bengkulu kemarin berhasil mengamankan 2 Tsk berinisial G (sopir) dan S (pemilik depot) yang diduga pengelola kayu ilegal. Kayu jenis meranti berbgai jenis ukuran itu diduga kuat berasal dari Provinsi Jambi dan berasal dari hutan lindung, sekarang 2 orang Tsk itu beserta barang bukti berupa 3 unit Mobil jenis diesel dan kayu sekitar 173 potong diamankan di Polda Bengkulu.

Kanit 1 Subdit Tipidter Reskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Resza Ramadiansyah saat dikonfirmasi mengatakan, penangakapan kedua Tsk ini berlangsung di Depot kayu milik S di Kelurahan Kandang Limun Kota Bengkulu. Berawal dari informasi masyarakat, bahwa ada kayu yang diduga tidak mengantongi izin masuk ke Bengkulu yaitu ke UD Farel di Kelurahan Kandang Limun Kota Bengkulu milik Tsk S, dari informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pengintaian dan menyergap 3 unit mobil tersebut. Saat diperiksa terbukti bahwa kayu tersebut tidak mengantongi izin alias ilegal.

“Ya kita setelah mendapat informasi dari masyarakat, kita langsung melakukan pengintaian dan berhasil mengamankan 2 orang Tsk ini didepot Kayu UD Farel pada Selasa 19 September 2017 lalu,” ucapnya kemarin Jumat,(22/9).

Dua orang Tsk ini kata dia, masing-masing mempunyai peran yang berbeda Tsk G selaku sopir, kemudian untuk Tsk S pemilik depot kayu UD Farel. Pada saat digeledah mereka tidak bisa menunjukkan izin usaha kayu tersebut.

“Dalam penangkapan 2 orang Tsk ini, juga terdapat 3 orang DPO yaitu 2 orang sopir dan 1 orang kernet mobil tersebut yang sekarang masih dalam proses pengejaran kita,” pungkasnya.

Dalam kasus ini kata dia, tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak pengeak hukum atau oknum anggota. Sejauh ini dugaan keterlibatan aparat tersebut memang belum dapat dipastikan, hanya saja sopir Tsk G selaku supir ini mengaku mobil yang dikendarainya itu milik salah satu aparat penegak hukum.

“Untuk keterlibatan oknum penegak hukum dalam kasus ini masih kita dalami. Sejauh ini kita masih mendalami apakah benar kendaraan yang kita amankan ini milik Oknum aparat itu nanti akan kita kembangkan lagi apakah benar atau tidak,” pungkasnya.
Mendengar pengakuan dari Tsk yang berhasil diamankan ini lanjut dia, kayu ini berasal dari Provinsi Jambi yang dibawa ke Bengkulu dan dijual kepada Tsk S.

“Ya kita sudah menghubungi pihak Dinas Kehutanan untuk melihat kayu ini, ternyata kayu ini diduga kuat hasil dari hutan lindung. Untuk sementara kedua tersangka yang berhasil kita amankan ini disangkakan pasal 83 ayat 1 huruf B UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × three =