Seluma Krisis Air Bersih

Seluma Krisis Air Bersih

34
BERBAGI

 

RBO, SELUMA – Krisis air bersih pasca bencana banjir beberapa waktu lalu hingga kini masih dirasakan para korban. Kondisi krisis air bersih itu terutama terjadi di desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja, Lawang Agung dan Padang Pelasan Kecamatan Air Periukan dan Kembang Tanjung serta desa Sakaian kecamatan Lubuk Sandi. Masyarakat mulai krisis air bersih, lantaran sumber air bersih jadi kotor, dan tertimbun matrial tanah.
“Persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah sulitnya mendapatkan air bersih, karena sumur banyak yang tercampur air kiriman banjir dan sumur longsor,” sampai Kepala Desa Lawang Agung Kecamatan Air Periukan, Kirman Efendi S.Sos, Minggu (24/7).
Untuk menanggulangi kebutuhan masak dan minum, beberapa masyarakat menggunakan air galon, namun untuk kebutuh mandi, mencuci dan sebagainya, masih menjadi persoalan.
“Beberapa warga harus mencari air di desa tetangga,” sampainya.
Sementara itu, pihak BPBD Seluma yang belum memiliki mobil tanki air pun, akhirnya mendapat pinjaman 1 unit truk tangki dari BPBD provinsi, untuk mendistribusikan air bersih kepada korban banjir di sejumlah desa.
“Untuk sementara BPBD mengirim tangki truk yang nantinya digilir kesejumlah desa yang membutuhkan,” sampai Kepala BPBD Seluma, Azwardi MH.
Tidak hanya itu, untuk menanggulangi persoalan itu, sejumlah pihak juga berupaya mengirim bantuan alat penyedot air. Salah satunya seperti yang dilakukan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Seluma.
“Alat penyedot air dari bagian Brigade alsintan sudah kirim,” ujar Kepala Dinas Pertanian Seluma,Marah Halim SP.
Sementara itu, bantuan logistik makanan dan minuman mulai berdatangan dari berbagai sumber untuk meringankan para korban banjir.(0ne)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × one =