Asyik Foto Selfie Saat Bupati Pidato, Bidan Ditegur Bupati

Asyik Foto Selfie Saat Bupati Pidato, Bidan Ditegur Bupati

8
BERBAGI
GOL/RBO: Hijazi foto bersama pengurus Ikatan Bidan Indonesia Rejang Lebong usai membuka Rakercab IV dan HUT IBI Ke 66

Hijazi: Jangan Sampai Tinta Biru Keluar Ya!

RBO, CURUP – Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi marah dan menegur para peserta Bidan. Hal itu lantaran, saat dirinya sedang menyampaikan pidato resmi pada acara Pembukaan Rapat Kerja Cabang Pengurus Ke IV dan Peringatan HUT IBI Ke 66. Sejumlah bidan malah asik berfoto selfi, dan terkesan mencueki bupati yang lagi memberikan arahan.
Akhirnya, kata sambutan Bupati di Aula kampus STAIN Curup, Sabtu pagi (23/09) itu berubah. Situasipun sejenak tak kondusif, Bupati nampak kecewa. Para tamu pun terdiam, antara lain Ketua IBI Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Syamsir, SKM, Ketua IBI Rejang Lebong, Istri Wakil Bupati Iqbal Bastari.

Hijazi juga sempat mengulas penderitaannya pasca tidak lagi menjabat sebagai Bupati periode pertama yang lebih kurang 10 tahun difitnah dan disebut-sebut Bupati preman dan punya istri simpanan. Hal itu dia rasakan bertahun-tahun hingga pada saatnya dia berniat kembali maju dalam Pemilihan Bupati dan garis tuhan menakdirkannya terpilih dan kini Hijazi yang memimpin Rejang Lebong.

“Jadi saya harap bagi kalian yang asik selfie dan main android tidak merasakan bagaimana perasaan orang yang berpidato diatas podium ini. Sama halnya kalau kita mancubit orang maka cubitlah dulu kulit kita sakit, tidak! Kalau sakit maka jangan perlakukan orang demikian. Ingat jangan sampai tinta biru saya ini keluar..! Pasti kalian akan nangis-nangis nantinya,” cetus Hijazi.

Ia tidak melarang siapa pun untuk main Hp atau Selfie tapi tetap harus ada tempat dan kondisinya. Kalau dalam suasana seperti ini maka tolong hargai orang yang tengah berbicara didepan.”Saya paham juga mungkin kalian antara bidan sudah lama tidak bertemu sehingga momen ini dijadikan ajang untuk foto-foto. Silakan saja tapi nanti setelah acara ini selesai atau pada saat jam istirahat,” pinta Hijazi lagi.

Ia mempersilakan orang menafsirkan gayanya berpidato bahkan tidak jarang dia kerap disebut Bupati atau Kepala Daerah Preman. Dan memang seperti inilah gaya dia namun semua itu bukan bearti dia memiliki sikap pemarah tapi ini gaya dirinya untuk saling mengingatkan ke arah yang lebih baik.”Kalau tidak mau dikasi tahu tidak juga mengerti maka saya tidak akan marah. Biarkan saja tinta biru saya ini yang bekerja nantinya..! Paling-paling nanti kita pindah tugaskan dulu ke arah Kota Padang dulu sebagai tempat bersandar kalau-kalau bisa sadar nantinya,” sindir Hijazi kepad para Bidan.(gol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

15 − seven =