IDI Minta Ketua DPRD Lebong Dihukum

IDI Minta Ketua DPRD Lebong Dihukum

45
BERBAGI
Ist/RBO: Para Dokter Demo di Simpanglima kota Bengkulu

RBO, BENGKULU – Kasus ringan tangan ketua DPRD Lebong minggu lalu tampaknya terus diprotes. Ratusan dokter melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bengkulu menuntut agar Ketua DPRD Lebong dihukum. Protes itu disampaikan Sabtu dalam aksi di Simpang 5 Ratu Samban Kota Bengkulu. Ratusan massa itu menuntut pihak penegak hukum agar memproses insiden yang dialami oleh salah satu dokter di RSUD Lebong pada 14 September lalu yang ditampar oleh ketua DPRD Lebong. Menuntut pihak Partai Nasdem untuk memberi sanksi tegas terhadap ketua DPRD Lebong tersebut, kemudian meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan permohonan maaf kepada korban melalui surat kabar lokal di Bengkulu ini atas perbuatan tidak menyenangkan tersebut. Dalam orasi itu mereka juga mengecam jika kasus ini tidak tidak tuntas maka akan menggelar aksi selanjutnya.
Ketua IDI Bengkulu, dr. Syafriadi dalam orasi itu menyampaikan, dalam aksi solidaritas ini dilakukan pihaknya selain meminta aparat penegak hukum untuk memproses perkara tidak menyenangkan atau tindakan yang arogan yang dilakukan oleh ketua DPRD Lebong terhadap salah satu dokter di RSUD Lebong itu, pihaknya juga meminta kepada ketua umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), untuk memberikan saksi tegas kepada ketua DPRD lebong yang merupakan kadernya itu.
“Ya selain dari menuntut penegak hukum untuk mengusut kasus ini, kita juga menyampaikan kepada pihak partai Nasdem baik itu dari pusat maupun seluruh ketua Nasdem di Provinsi Bengkulu ini untuk memberikan sanksi tegas terkait dengan perbuatan salah satu anggotanya itu, terserah nantinya saksinya apa, yang jelas kita maunya ketua DPRD tersebut diberi sanksi yang berat terhadap perbuatannya yang tidak menyenangkan itu,” pungkas Syafriadi.
Selain dari itu, ratusan massa itu juga menyampaikan bahwa pihak IDI Bengkulu sudah melakukan investigasi internal dalam kasus ini, dan menuntut kasus ini diproses oleh penegak hukum sebagaimana mestinya.
“Kami minta penegak hukum dapat memproses pelanggaran hukum ini, sesuai dengan hukum yang ditegakkan di negara ini,” katanya dalam orasi itu kemarin.
Untuk diketahui, kasus dugaan penamparan dokter yang dilakukan oknum ketua DPRD Lebong pada 14 September 2017 lalu, diketahui Ketua DPRD lebong mendatangi RSUD Lebong saat itu terjadi kesalah pahaman sehingga adu argumenpun tak dapat dihindari hingga 5 jari ketua DPRD tersebutpun melayang ke dokter tersebut.(**)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 + 20 =