Herry Alfian di Mata Sahabat, Sosok Dengan Spirit Luar Biasa

Herry Alfian di Mata Sahabat, Sosok Dengan Spirit Luar Biasa

41
BERBAGI
Iwan/RBO: Almarhum Herry Alfian bersama rekan-rekannya di Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu

Sosok Panutan

Herry Alfian, sangat luar biasa. Beliau merupakan sosok panutan yang punya spirit luar biasa. Meskipun dalam keadaan sakit, dia tetap terlihat sehat,” kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP, MM ketika ditanyai soal wafatnya politisi senior Partai Golkar.

Oleh : IWAN – RADAR BENGKULU

Innalillahi wainna lillahi rojiun. Kabar duka mendatangi lembaga legislatif DPRD Provinsi Bengkulu. Pasalnya, salah seorang anggotanya yang belum genap satu tahun dilantik menggantikan antar waktu Kurnia Utama pada tanggal 3 Oktober tahun 2016 lalu, H. Herry Alfian AK, S.Sos, SE, M.Si politisi senior Partai Golkar tutup usia.

Sosok anggota komisi I DPRD Provinsi Bengkulu yang terkenal keras dalam memperjuangkan aspirasi dan aktif mengikuti setiap kegiatan DPRD itu menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 21.00 WIB di RS Kramat Jati Jakarta.

“Satu yang sangat luar biasa dari sosok Herry Alfian, selama satu tahun terakhir bersama kami di Komisi III, beliau itu punya spirit yang luar biasa. Meskipun dalam kondisi tidak sehat, dia tetap terlihat seperti biasa. Beliau sangat aktif. Bahkan sebelum meninggal hari Rabu dan Kamis minggu lalu, beliau ikut rapat Banggar serta sempat berdebat. Padahal saat itu dia baru sembuh dari sakit. Kita sulit mendapatkan sosok politisi senior yang seperti beliau. Dimana dia memiliki semangat etos kerja yang sangat tinggi,” kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP, MM saat ditanyai, kemarin (25/9).

Sosok Herry Alfian, dimana sebelum PAW Kurnia Utama, periode sebelumnya beliau juga telah merasakan menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu dan dulu dia juga pernah beberapa periode menjadi anggota DPRD kabupaten lanjut Jonaidi. Herry Alfian merupakan sosok yang kritis. Orang yang keras, namun selalu memberikan solusi.

“Ini yang buat kami merasa sangat kehilangan. Kami lihat sendiri, bagaimana dia sangat keras memperjuangkan pembangunan untuk daerah pemilihannya. Yaitu Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong. Beliau sangat getol. Bahkan beberapa kali dia terlihat ribut dengan Kabid saking inginnya membela pembangunan dan kepentingan masyarakat Rejang Lebong dan Lebong. Bahkan ketika ada persoalan OTT oleh KPK, dia tetap menunggu untuk realisasi pembangunan di Dapilnya. Saya sering juga berbincang secara pribadi dengan beliau. Dimana dia memberikan motivasi dan saran. Meskipun beliau orangnya keras, tapi dia tidak mudah tersinggung. Bahkan sosok Herry Alfian ini juga termasuk orang yang suka humor. Terakhir, ketika dia masih dikomisi III, kami kunjungan ke PT. Injatama. Disitu kami terakhir foto-foto bersama beliau. Saat itu saya masih ingat, meskipun hari hujan, dia tetap menyusul kami datang ke Injatama. Dan memang kalau yang saya lihat fisik beliau sudah lemah. Dimana setiap pagi ketika dikantor DPRD saya lihat beliau cek tensi darah diruang kesehatan DPRD. Disitu saya lihat beliau ada persoalan dengan kesehatannya. Dan sebelum meninggal, beliau juga sempat mengikuti Bimtek soal Undang-Undang pemilu yang baru serta Bimtek terkait pokok pikiran APBD dan penyusunan APBD,” kenang Jonaidi.

Elfi Hamidy : Memang Sudah Pakai Ring
Adapun dari anggota Fraksi Golkar yang juga Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu, H. Elfi Hamidy Marahsuddin SH, MH dimana dia merupakan orang yang sempat mendampinginya sebelum Herry Alfian tutup usia menjelaskan kronologis kejadian. Dari pengakuan Herry Alfian kata Elfi memang beliau jantungnya sudah menggunakan ring.

“Beliau itu berangkat Kamis sore. Dan Bimtek dilaksanakan hari Jumat. Setelah sempat ikut Bimtek kemudian pendaftaran, pada Hari Sabtu pagi setelah pembukaan Bimtek, badannya mulai tidak enak, kemudian masuk RS Bhayangkara Kramat Jati, sempat dirawat. Kondisi tubuh beliau saat itu sudah mulai turun, dan pada Minggu pagi dokter menyarankan agar beliau segera mencari ICU. Kita sudah upayakan cari ruang ICU, tapi saat itu ruang ICU Bhayangkara penuh. Setelah didiskusikan dengan dokter Kombes Admin namanya kalau gak salah, Herry Alfian dimasukkan ke ruangan ICU. Dan pada jam 9 malam hari Minggu beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Dari keterangan dokter, memang sempat stroke, dan memang beliau juga sudah pakai ring. Kalau gak salah ada empat atau tiga ringnya,” ceritanya.

Dan sosok Herry Alfian ini lanjut Elfi, menurutnya merupakan sosok, figur yang kebapakan, tenang serta profesional. “Beliau sosok yang proporsional kritik. Untuk itu, saat ini tentu kita, baik Fraksi Golkar maupun DPRD Provinsi Bengkulu merasa kehilangan salah satu tokoh politik yang mumpuni. Dan beliau sudah puluhan tahun gabung di Partai Golkar Bengkulu,” pungkasnya.

Riswan Effendi Calon Pengganti Herry Alfian

Dengan tutup usianya Herry Alfian, maka Fraksi Golkar Provinsi Bengkulu berkurang anggotanya. Adapun dari pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Afrizal Arifin SE mengatakan, saat ini pihaknya belum memikirkan soal PAW. Tapi untuk calon penggantinya itu ada nama Riswan Effendi atau yang akrab dipanggil Wek. “Kalau untuk saat ini, kita belum bicara soal PAW. Minimal setelah 40 hari baru kita bahas. Tapi untuk penggantinya itu, setelah Bang Kukun, peraih suara terbanyak kedua Dapil Rejang Lebong dan Lebong adalah Herry Alfian. Setelah Herry Alfian ada Wek atau Riswan Effendi,” kata Afrizal.

Dan untuk diketahui H. Herry Alfian AK, S.Sos, SE, M.Si saat ini baru saja pindah dari anggota komisi III ke Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu dalam rolling AKD yang baru saja dilaksanakan. Alamat Jalan Batu Galing No 61 Kelurahah Air Bang Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong. Lahir di Pangkal Pinang 22 April 1953. (**)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine + one =