Mantan Plt Kadis PUPR Prov Didakwa 3 Pasal

Featured Hukum & Kriminal KORUPSI Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Terdakwa Andi Roslinsyah, Arbani, Ahmad Ansori dan terdakwa Indra Safri kemarin mulai didudukan di Kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu. Dalam persidangan perdana itu dengan agenda pembacaan surat dakwaan, dalam dakwaan itu diketuai oleh Majelis hakim Dr. Jonner Manik SH, MH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) diketuai oleh Ade Hermawan SH, MH.
JPU dalam dakwaannya, menyatakan terdakwa Andi Roslinsyah didakwa 3 pasal yakni pasal 2, pasal 3 dan pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana.
Selain untuk terdakwa Arbani, Ahmad Ansori dan Indra Syafri masing-masing dijerat dengan 3 pasal dan dianggap turut serta dalam kasus tersebut, dan terbukti bersalah karena telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang mana untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dengan cara yang tidak benar dan melanggar Peraturan Perundang-Undangan yang ada.
Dalam persidangan itu juga terungkap jika terdakwa Andi Roslinsyah telah merancang dan mengendalikan serta melaksanakan keinginan untuk mendapatkan paket pembangunan infrastruktur pemukiman kumuh kawasan Pintu Batu, Kebun Keling, Pondok Besi, Beringin Raya, Rawa Makmur dan Bentiring Kota Bengkulu tahun anggaran 2015 sehingga menguntungkan dirinya sendiri dan merugikan negara sebesar Rp 2,3 miliar. Terdakwa Arbani, Ahmad Ansori dan Indra Syafri juga terbukti turut serta dalam rencana terdakwa Andi Roslinsyah itu.
Berdasarkan penilaian dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu yang melakukan pemeriksaan fisik didapatlah jika hampir semua ruas jalan aspal lapen rata-rata sudah mengalami kerusakan, dan berlubang, banyak ditemukan pasangan batu untuk saluran air sudah banyak retak, aspal spraiyer tidak didatangkan, jalan beton sebagian sudah mengalami pengelupasan, pondasi jalan beton 40 x 40 x 2 x panjang jalan tidak dipasang.
“Hasil pemeriksaan dan penilaian dari tim ini lah kita menyimpulkan jika para terdakwa memang bersalah dan terlibat dalam kasus ini negara dirugikan Rp 3 miliar lebih,” ucap JPU di muka persidangan itu kemarin.
Dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU terungkap juga bahwa terdakwa Andi Roslinsyah bersama dengan 3 orang terdakwa lainnya telah melakukan pengerjaan kalau dipersenkan baru mencapai kurang lebih 70 persen, sedangkan anggran yang sudah dikeluarkan sudah 100 persen dan pekerjaan itu juga dianggap selesai dan memenuhi terget.
“Selain Tim penilai dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, kita juga meminta audit dari pihak BPKP perwakilan Provinsi Bengkulu untuk menilai proyek tersebut,” bebernya.
Setelah mendengar dakwaan yang dicakan oleh JPU itu Majelis hakim kembali menunda persidangan dan dilanjutkan minggu Senin depan dengan agenda keterangan saksi yang memberatkan yang dihadirkan oleh JPU.
Humizar Tambunan Penasihat Hukum (PH) terdakwa Andi Roslinsyah, mengatakan, pihaknya tidak akan mengajukan eksepsi atas surat dakwaan yang dibacakan oleh JPU itu. Sebab apa yang tercantum dari dakwaan sudah memenuhi pokok materil.
“Ya atas dakwaan yang dibacakan oleh JPU itu, kita tidak mengajukan eksepsi, dan memilih agar persidangan dilanjutkan ke pemeriksaan saksi yang dihadirkan JPU di persidangan selanjutnya nanti,” tutupnya.(ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *