Dewan Cek Tanggul Sungai Payang Desa Talang Buai

Dewan Cek Tanggul Sungai Payang Desa Talang Buai

32
BERBAGI
Yulia Susanti, anggota DPRD Provinsi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mukomuko

Yulia Susanti: Siapa Yang Beri Izin Bongkar Bendungan Itu?

RBO, BENGKULU – Pembongkaran bendungan atau tanggul yang dibuat secara swadaya masyarakat Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko oleh PT Dores Ortusa Jaya, rupanya menyita perhatian serius DPRD Provinsi Bengkulu. Terbukti, guna menindaklanjuti masalah itu sejumlah anggota DPRD Provinsi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mukomuko memastikan bakal melakukan pengecekan.
“Pasti kita lakukan pengecekan terhadap Bendungan Sungai Payang, karena dampak pembongkaran bendungan itu telah menyebabkan areal persawahan masyarakat Areal Lubuk Tabun, Desa Talang Buai kekeringan dan tidak bisa lagi turun ke sawah. Terlebih dalam waktu dekat, masyarakat akan memasuki musim tanam yang sudah tentu memiliki ketergantungan yang besar terhadap ketersediaan air,” ungkap anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Yulia Susanti, SH, MH, kemarin.
Disisi lain, politisi PPP ini juga mempertanyakan siapa pihak yang berani mengeluarkan izin, sehingga pembongkaran terhadap bendungan yang selama ini berfungsi agar air Sungai Payang mengalir ke areal persawahan masyarakat areal Lubuk Tabun Desa Talang Buai.
“Saat pengecekan akan kita cari tahu. Jika terdapat indikasi pelanggaran dalam pembongkaran itu, pasti kita minta instansi terkait bertindak,” tegas anggota DPRD Provinsi Dapil Mukomuko ini.
Menurutnya, masalah ini harus segera ditindaklanjuti, mengingat peningkatan produktivitas bidang pertanian termasuk dalam program nasional menuju ketahanan pangan.
“Jangan sampai gara-gara tidak dialiri air, lahan yang selama ini menjadi areal persawahan dialihfungsikan. Karena alih fungsi lahan yang dilakukan masyarakat, salah satunya disebabkan hal seperti ini,” ujarnya.
Senada juga disampaikan anggota DPRD provinsi dari Dapil Mukomuko lainnya, Ir. Muharamin. Sembari reses bulan depan, pihaknya segera menindaklanjuti permasalah itu. “Bulan depan kita diagendakan kembali reses ke Dapil, tentu saja dengan momen itu kita manfaatkan untuk mengecek pembongkaran bendungan tersebut,” tutup Muharamin.

Diberitakan sebelumnya Belasan Petani Desa Talang
Buai Kering & Gagal Tanam. Sedih. Sungguh miris nasib belasan petani di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko. Sawah mereka kering kerontang dan gagal turun ke sawah sudah 2 kali musim tanam. Penyebabnya bendungan yang mereka bangun swadaya malah rusak parah dan rata dengan dasar air. Semua itu akibat dari pembuatan proyek pelapis tebing Sumatera VII.
Kini petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Maju, Desa Talang Buai di Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko sudah meminta tolong dengan berbagai pihak. Mulai dari Bupati Mukomuko, DPRD Provinsi asal Mukomuko, hingga Balai Sumatera VII. Nanti juga minta bantuan ke Gubernur Bengkulu.
Bencana bagi petani itu akibat dampak dari dibongkarnya bendungan swadaya masyarakat di Sungai Payang oleh PT. Dores Ortusa Jaya tahun 2017 ini. “Musim tanam lalu kami gagal ke sawah. Kali ini kami terancam gagal lagi ke sawah. Ada 10,40 hektare lahan sawah milik 17 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Maju tidak teraliri lagi air dari Sungai Payang akibat batu yang selama ini kami jadikan tanggul telah diambil untuk pembangunan bronjong pelapis tebing air Payang oleh PT. Dores Ortusa Jaya,” ungkap perwakilan petani Desa Talang Buai mewakili kelompok tani Harapan Maju, Sumatri saat menemui anggota dewan Provinsi Bengkulu dari Dapil Mukomuko Ir Muharamin, Jumat (22/9). (idn)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

11 − 4 =