Oktober Akhir, Berakhirnya Kartu Askes itu Berita Hoax

Oktober Akhir, Berakhirnya Kartu Askes itu Berita Hoax

8
BERBAGI
RIO/RBO:Dari Kanan, Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP), Yogi Agra Wirawan disebelahnya Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik, Mitra Akbar

RBO, BENGKULU – Disinyalir adanya pemberitaan di media sosial (Medsos) yang menyebutkan bahwasanya Kartu Askes (Kartu Jaminan Kesehatan bagi ASN/PNS, pensiunan ASN, Purnawirawan TNI/Polri) akan berakhir di bulan Oktober 2017 ditanggapi langsung oleh BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dengan mengundang insan pers, termasuk Surat Kabar Harian RADAR BENGKULU di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu kemarin.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Rizki Lestari, S.Ap, AAAK melalui Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Yogi Agra Wiryawan menyampaikan bahwa tidak benar adanya berita di media Sosial yang menyampaikan bahwa batas akhir berlakunya kartu Askes (Kartu BPJS Kesehatan yang lama) bulan Oktober 2017. Tidak ada batasan waktu, baik kartu lama maupun kartu baru (JKN-KIS) berlaku bagi peserta aktif BPJS Kesehatan untuk berobat di fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) seperti Rumah Sakit. Begitu juga dengan kartu Jaminan Kesehatan (JAMKESMAS). Jika mau diganti dengan kartu JKN-KIS yang baru bisa untuk dilakukan tanpa ada batasan waktu.
“Kita meluruskan berita HOAX yang ada di media sosial bahwa batas akhir berlakunya kartu ASKES dibulan Oktober 2017 adalah tidak benar. Sehingga kepada masyarakat, baik ASN/ PNS maupun swasta tidak perlu mengganti dengan kartu JKN-KIS.’’
Bagi peserta yang memegang kartu Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang telah dibagikan sebelumnya, lanjutnya, bisa menggantikannya ke kartu JKN-KIS, baik perorangan maupun kelompok dan kami (BPJS Kesehatan) jika ada peserta Jamkesmas yang berobat di puskesmas atau klinik tetap dilayani dan untuk selanjutnya kepadanya diarahkan untuk mengganti kartu Jamkesmas tersebut ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat dikotanya. Adapun syarat-syarat dalam penggantian kartu ini untuk Kartu ASKES dengan membawa KTP, KK, Slip Gaji+tunjangan terakhir, SK terakhir dan kartu ASKES lamanya itu untuk secara perorangan dan jika kolektif syaratnya ASN/PNS Dan TNI/ Polri aktif melalui satuan kerja. Sedangkan bagi pensiunan melalui organisasi peserta (PWRI,PEPABRI,LVRI). Setelah lengkap diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan Cabang/ Kantor Kabupaten/ mobile custumer service terdekat.
Begitu juga pengurusan kartu JK-KIS bagi peserta penerima Bantuan Iuran (PBI)/ subsidi pemerintah dengan persyaratan seperti KTP, Kartu Keluarga, kartu asli Jamkesmas. Jika perorangan langsung mengurus ke Kantor BPJS Kesehatan terdekat dan jika kolektif diurus melalui Puskesmas, Kelurahan dan Desa. Untuk diketahui bahwa dalam pengurusan penggantian kartu lama BPJS Kesehatan menjadi kartu JKN-KIS tidak dipungut biaya/ gratis. ‘’Sehingga nantinya kepada pihak manapun yang mengurus kartu JKN-KIS secara kolektif tidak menarik dana/ meminta dana kepada peserta BPJS Kesehatan dalam Pengurusan Kartu ini . Karena hal ini sudah menyalahi aturan yang ada, “ papar Yogi.
Hal senada disampaikan oleh Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Mitra Akbar, bahwa perlu hal ini diketahui masyarakat sehingga nantinya tidak perlu tergesa-gesa dan harus ngotot selesai menggantikan kartu AKSES nya sesegera mungkin dengan adanya pemberitaan yang salah dan tidak benar (HOAX) di media sosial. Karena, tidak ada batas waktu aktifasi kartu BPJS Kesehatan yang lama dan tetap bisa digunakan asalkan kartunya aktif/ tidak menunggak, terutama bagi peserta mandiri (NON PBI), ”tegas Mitra.
Untuk informasi lebih akurat dan terpecaya, masyarakat bisa menanyakan langsung ke petugas BPJS Kesehatan terdekat dikotanya. Sehingga kedepannya tidak ada keraguan dan kecemasan dalam mempergunakan Kartu kepesertaan BPJS Kesehatan.(AE-4)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

10 − 1 =