Dewan Dorong Perda Perlindungan

Dewan Dorong Perda Perlindungan

Sefty Yuslinah
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu masih cukup tinggi. Menariknya, dengan kondisi itu pembentukan ketahanan keluarga dinilai penting. Supaya kekerasan tersebut dapat diminimalisir. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu, Foritha Ramadhani Wati.
“Membentuk ketahanan keluarga merupakan salah satu upaya untuk mencegah kembali terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dimana ketahanan yang dimaksud bukan sekadar dari segi ekonomi saja. Tetapi juga sosial, budaya, dan agama,” ungkap Foritha diwawancarai usai menghadiri seminar ketahanan keluarga, Jumat (29/9).
Menurutnya, untuk mewujudkan ketahanan keluarga itu, bisa dimulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan dan Desa. Namun semuanya harus berperan aktif, seperti PKK. “Jadi memang sangat penting ketahanan keluarga ini disosialisasikan. Karena pada saat ketahan keluarga terbentuk maka akan tercipta anak-anak yang berkualitas,” tegas Foritha.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Hj. Sefty Yuslinah, S.Sos mengatakan, ketahanan keluarga memang penting di Provinsi Bengkulu. “Apalagi secara nasional, daerah kita cukup dikenal dengan masih tingginya kasus-kasus asusila, yang didominasi kalangan perempuan. Termasuk juga anak-anak, yang merupakan aset bangsa,” kata Sefty.
Maka dari itu, lanjut Sefty, kedepan dalam masalah ini pihaknya dari Komisi IV akan mendorong terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) tentang ketahanan keluarga. “Pada masa sidang ketiga, usulan Raperda sudah kita sampaikan. Sejauh ini sudah ada beberapa provinsi yang memiliki Perda tentang ketahanan keluarga, sayangnya kita belum,” singkat Sefty. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

16 + 12 =