Soal Target Rp 2,5 M, Manajemen Rafles City Sebut Tak Rasional

Soal Target Rp 2,5 M, Manajemen Rafles City Sebut Tak Rasional

BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Polemik terjadi setelah sidak oleh anggota DPRD Kota Bengkulu beberapa waktu lalu, akhirnya pihak manajemen Raflesia City Hotel pun angkat bicara. Dikatakan  pihak manajemen, angka sebesar Rp 2,5 miliar tidak rasional. Dimana selain faktor persaingan bisnis, seharusnya pihak Pemda Kota Bengkulu pun dapat melakukan revitalisasi. Hal ini diungkapkan oleh Manajemen Rafles City Hotel, Drs Tajri Rachman saat ditemui Harian RADAR BENGKULU, Senin (02/10) kemarin.

“Yang membuat target sebesar itu siapa. Realitanya hotel kita hanya memiliki 32 kamar yang ada disini. Jika sebesar itu sangat tidak rasional dengan hitungan kita. Jadi, tidak wajar sebesar itu untuk PAD kita,” terangnya. Dari data terhimpun, dalam tahun 2015 terhitung terjual sebanyak 416 ruangan dengan occupancy sebesar 42,6 persen. Ditahun 2016 lalu, sebanyak 384 ruangan dengan occupancy sebesar 39,5. Untuk mencapai hasil Pendapatan Asli Daerah tersebut, maka harus meningkatkan  maintenance  lagi.  Lanjut, jika anggaran yang ditargetkan sebesar itu, tentu  seluruh kamar hunian harus full. Jadi, tidak wajar hal ini terjadi.

“Kami pun meminta agar pemerintah Kota Bengkulu pun merevitalisasi kembali. Karena untuk mencapai target tersebut perlu ada pembenahan. Soal audit, silakan ditelusuri kembali. Intinya, dengan perhitungan angka sebesar itu tidaklah rasional,” imbuhnya. Diketahui, beberapa waktu lalu komisi III melakukan sidak. Dalam temuan itu pihaknya menanyakan target sebesar Rp 2,5 miliar belum tercapai. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two × two =