Pemprov Bengkulu Gelar International Coffee Day

Pemprov Bengkulu Gelar International Coffee Day

19
BERBAGI
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sedang menggelar acara Coffe Morning bersama pejabat dan warga Bengkulu di Kantor Gubernur Bengkulu

RBIO >>  BENGKULU  >>  Pemerintah Provinsi (Pemprov-red) Bengkulu Rabu pagi (11/10) menggelar agenda International Coffee Day di halaman parkir kantor Gubernur Bengkulu.

Selain dihadiri ratusan PNS Pemprov Bengkulu, agenda kemarin dihadiri sejumlah tamu undangan penting. Diantaranya, Rektor Unib Dr.Ridwan Nurazi, Kepala Kantor Kemenkumham Bengkulu, OJK Bengkulu, Kemenagprov Bengkulu, kepala OPD dilingkungan Pemprov Bengkulu.

Sementara itu, dijelaskan Plt.Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, penyelenggaraan peringatan hari kopi internasional (International Coffee Day-red) merupakan suatu bentuk ekspresi kepedulian Pemerintah Daerah  terhadap petani kopi yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Peringatan hari kopi internasional itu kan tanggal 1 Oktober, makanya kita sengaja pertama kali kita lakukan peringatan acara seperti ini dalam bentuk ngopi bersama,” terangnya, kemarin.

“Jadi, ini sebagai bentuk ekspresi kepedulian kita kepada petani kopi di Bengkulu,” tambahnya.

Dijelaskan dia, produktivitas sektor pertanian kopi di Provinsi Bengkulu lebih besar ketimbang dengan provinsi lain.

“Memang disatu sisi produktifitas petani kopi di Bengkulu ini kalau secara total dibandingkan dengan provinsi lain itu cukup besar,” tegasnya.

Tapi kalau itu diturunkan kepada para petani ini, lanjutnya, persatuan luas lahannya masih rendah sekali. Masih pada angka 700-800 kg per hektar. ‘’Harusnya 1-2 ton perhektarnya itu,” tambahnya.

Dijelaskan, masih rendahnya pendapatan petani kopi di Bengkulu disebabkan oleh sejumlah faktor.

Dengan harga sekarang pendapatan petani kopi yang memproduksi itu masih sangat rendah, maka harus kita dorong melalui fungsi pemasaran.

“Maka produk-produk kopi Bengkulu yang akan dijual, seperti Kaba Mountain Cafe yang sudah mulai dikenal oleh konsumen kopi, dan ini harus kita jadikan sebagai trend dan gaya hidup, untuk oleh-oleh kalau ada kunjungan. Kalau ada kegiatan-kegiatan kita kenalkan kopi Bengkulu,” tambahnya.

Sementara itu, menanggapi masalah sulitnya untuk mendapatkan sertifikat halal yang dihadapi sejumlah pedagang, menurutnya untuk mendapatkan label halal tidaklah terlalu sulit.

“Tidak sulit untuk mendapatkan label halal. Saya kira prosedur untuk mendapatkan label halal itu justru disupport oleh pemerintah. Bahkan MUI sekarang ini kan menyarankan semua produk mendapatkan label halal. Kalau kopi gampang kok,” pungkasnya. (ags)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two × 5 =