Kontraktor Pekerjaan GSG Terancam Diblakclist

Kontraktor Pekerjaan GSG Terancam Diblakclist

11
BERBAGI
DAMAR/RBO Inilah potret kegiatan pembangunan Gedung Serba Guna yang baru rampung 10 persen

 

RBO >>  CURUP >>  Belum lama ini Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Ahmad Hijazi telah memberikan warning (peringatan) kepada para kontraktor pengerjaan pembangunan fisik melalui APBD murni 2017 untuk menyelesaikan sesuai dengan batas waktu kontrak yang sudah tentukan.

Bahkan, bila ada kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang telah ditetapkan dengan alasan yang tidak jelas maka, Hijazi dengan tegas akan memblacklist perusahaan atau kontraktor agar kegiatan berikutnya tidak bisa lagi diberikan proyek pekerjaan.

“Ya, kita ingin kualitas pekerjaan yang dilakukan itu maksimal dan baik. bukan asal-asalan. Bila batas waktu yang tidak tuntas, maka jangan harap bisa dapat proyek lagi di Rejang Lebong,” tegas Hijazi.

Pantauan wartawan, salah satu pekerjaan Gedung Serba Guna (GSG) yang ada di lapangan Setia Negara Curup yang tengah dikerjakan PT. LIAN SURYA dengan nilai Rp 9,7 milliar lebih melalui DAU 2017 dan masa pekerjaan selama 180 hari yang dimulai tanggal 24 Mei 2017 lalu, namun hingga kini menurut masyarakat pengerjaan yang telah dilakukan baru sebesar 10 persen.

Selain itu, dari papan proyek GSG ini terlihat jelas tulisan bahwa kegiatan tersebut didampingi Tim Pengawal Dan Pengaman Pemerintah Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Rejang Lebong.

Sementara itu, Ketua Kimisi III DPRD Rejang Lebong, Mahdi Husen, saat dihubungi, kemarin (12/10) menyayangkan ada pekerjaan yang tak bisa tuntas dalam tahun ini. Padahal kata Dia, anggaran sudah disahkan untuk dipergunakan dengan baik.

Saat ini para Anggota DPRD Rejang Lebong tengah disibukkan dengan kegiatan pembahasan APBD Perubahan. Bila pembahasan itu rampung, maka Komisi III DPRD Rejang Lebong akan melakukan sidak ke lokasi Proyek baik yang ada di Kota maupun sampai ke Desa-Desa.”Pasti kita turun setelah pembahasan ini rampung,” terangnya.

Ia juga menambahkan, keberadaan TP4D terhadap kegiatan pembangunan GSG ini harus menjadi perhatian serius aparat yang terlibat dalam TP4D tersebut. Setiap kegiatan yang dipantau TP4D harus mendapatkan perhatian serius dan dilakukan kontrol.

“Jangan dibiarkan kegiatan proyek yang lambat pekerjaannya. Selain itu, saya minta kepada pihak kontraktor untuk tidak main-main dengan kegiatan proyek yang dikerjakan. Mentang-mentang ada TP4D bukan berarti masyarakat dan DPRD diam dengan pelaksanaan kegiatan tersebut,” jelasnya.(gol)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

9 − four =