Kepala BPOM Kunker ke Kepahiang

Kepala BPOM Kunker ke Kepahiang

Ikrok/RBO: Kepala BPOM Provinsi Bengkulu Drs. Martin Suhendri, M.Farm., Apt, dan Bupati Kepahiang saat diwawancarai awak media usai kunker, Jum'at (13/10).
BERBAGI:

Jalin Kerjasama Pengawasan Obat

RBO, KEPAHIANG – Kepala Balai Pengawasan Obatan dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu Burhanudin Gumay dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepahiang, Jumat (13/10) pagi.

Rombong diterima langsung oleh Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM dan Kepala Dinas Kesehatan, Sudarno Kusumo, M.Kes di rumah dinas bupati komplek perkantoran Pemkab Kepahiang.

Dalam pertemuan selama 2 jam tersebut Kepala BPOM Provinsi Bengkulu mengajak Bupati Kepahiang melalui Dinas Kesehatan untuk bersama-sama melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan yang ada di Kabupaten Kepahiang, agar terhindar dari bahan-bahan kimia dan zat adiktif yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Ajakan itu direspon positif oleh Bupati Kepahiang. “Kalau program prioritas semuanya ada, tergantung dari masing-masing Kabupaten, karena setiap kabupaten itu berbeda-beda, kita petakan dulu baru dilanjutkan koordinasi,”ujar Kepala BPOM Provinsi Bengkulu kemarin.

Dalam kesempatan itu juga Burhanudin mengungkapkan fokus BPOM di Provinsi Bengkulu melakukan pengawasan terhadap obat-obat terlarang dan keras yang disalahgunakan seperti pil PCC yang viral saat ini.

“Di Kabupaten Kepahiang informasinya ada, tetapi belum kita temui, secara spesifiknya saya tidak bisa sampaikan karena masih dilakukan investigasi,”ungkapnya.

Disampaikannya dulunya Pil PCC ini adalah obat batu bernama Somadril. Obat ini mengandung Paracetamol atau Acetaminoplcen, Cafein dan Carisoprodol. Namun kini viral dengan nama Pil PCC. Penyalahgunaan obat ini berakibat fatal, dimana penguna bisa disorientasi atau tidak sadarkan diri dan seperti orang gila.

“Obat ini hanya menyembuhkan sementara dan efek sampingnya sangat fatal, makanya setiap obat yang mengandung Carisoprodol dilarang beredar,”ungkapnya.

Tetapi bila ada perusahan seperti apotek dan perorangan masih mengedarkan obat-obat seperti ini akan dikenakan sanksi administrasi dan sanksi pidana.

“Sanksi admistrasi apoteknya dicabut izin operasinya, sedangkan sanksi pidana akan dikenakan kepada perorangnya,”tegas Burhanudin.

Disisi lain Bupati Kepahiang lebih menekankan pada pengawasan makan yang mengandung zat pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap saat ini beredar dipasaran.

“Saya minta juga nanti BPOM cermati peredaran makanan yang mengandung zat pemanis, pewarna, penyedap dan pengawet yang beredar dipasaran,”sampai Bupati.

Alasan Pemda sulit untuk melakukan pengawasan makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang di sekolah-sekolah yang ada di desa-desa Kabupaten Kepahiang.

“Kita tidak ingin ada makan yang sudah kadaluarsa dan tidak halal dijual kepada anak-anak sekolah, karena ancaman fatal bisa merusak hati, termasuk juga kita minta pengawasan terhadap produk kosmetik,”tutup Bupati. (Izu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × 3 =