Gempa Dangkal, Rusak 14 Rumah Warga Kepahiang

Gempa Dangkal, Rusak 14 Rumah Warga Kepahiang

Ikrok/RBO: Jalan retak akibat gempa
BERBAGI:

RBO, KEPAHIANG – Gempa lokal Mag: 3.3 Skala Riter kembali goyangi Kabupaten Kepahiang pada Senin (16/10) pukul 08.53.02 WIB. Data dari BMKG Kepahiang pusat tempat di 3 KM barat daya Kepahiang dengan Lok: 3.6 LS – 102.58 BT, kedalaman 1 Km.

Dari data terhimpun Badan Penenggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada 14 unit rumah dan satu titik jalan di Desa Desa Bogor Baru Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang yang jadi dampak dari gempa kemarin.
Tetapi cuma satu rumah yang rusak parah dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,

“Ada 14 rumah yang terdampak, yakni rumah Suwondo, MUH, Sarwadi, Mustahal, Mulyana, Supri, Cecep Junaidi, Udi (alm),Tatang, H. Hasan, Sudarno, Aminah, Rusmini, Yanto dan Huhidin (40),”kata Kepala BPBD Kabupaten Kepahiang, Burlian SE melalui Kabid Kedaruratan Bencana Daerah, Aryesi Maryana S Pd, kemarin.

Tetapi cuma ada satu rumah yakni rumah Muhidin yang rusak berat selebihnya mengalami rusak ringan dan rata-rata retak bagian dinding dan lantai.
Selain ada satu titik jalan yang mengubungkan kecamatan Kepahiang dengan Kecamatan Kabawetan yang retak akibat gempa tersebut.

“Ada juga jalan yang terpotong di dekat rumah kepala desa terpotong akibat gempa,”tuturnya.
Diceritakan Muhidin saat kejadian gempa dirinya sedang tidak berada di rumah karena di ladang. Mereka pulang lanjutnya karena laporan dari warga yang mengatakan rumahnya rusak parah akibat gempa.

“Tadi saya sedang di ladang (Kebun) laporan orang, rumah saya rusak jadi langsung balik. Beruntung istri saya tidak jadi korban,”terang Muhidin.

Sedangkan cerita Repliani dirinya langsung bergegas keluar rumah ketika goncangan gempat terjadi, sehingga dapat menghindar dari reruntuan dinding rumahnya. “Tadi saya sedang masak, saya langsung keluar tadi. Untung tidak menimpa saya, dan tempat masak yang saya yang tertimpa reruntuhan nya,” ungkapnya.

Pada hari sebelumnya warga Kabupaten Kepahiang dikejutkan dengan goyangan gempa bumi pada Minggu (15/10) dini hari kemarin.
Hal itu terjadi saat jam tidur warga dan tentunya membuat jadi ketakutan dan berhamburan keluar rumah.
Data terhimpun Gempa bumi terjadi pertama kali sekitar pukul 02.27 WIB. Lalu disusul sekitar pukul 03.30 WIB dan sekitar pukul 04.10 WIB, terakhir pukul 04.30 WIB

Kepala BMKG Kantor Kepahiang, Litman ST saat dikonfirmasi membenarkan adanya gempa yang terjadi dikepahiang dirasakan hanya dikepahiang dan sekitarnya dimana sesar lempeng sumatera itu terdiri dari beberapa segmen, salah satunya ada segmen Musi yang berada diwilayah kabupaten Kepahiang. Menurut Litman panjang segmen Musi berkisar 70 hingga 80 km. (izu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × three =