Plt Gubernur Semprot Pejabat Tidak Aktif

Plt Gubernur Semprot Pejabat Tidak Aktif

AGUS/RBI Rohidin melaunching Aplikasi e-LAPOR-SP4N, kemarin (17/10).
BERBAGI:

 

Lapor Kasus Lewat Online Gampang Kan!

RBO >>  BENGKULU >> Ada hal yang menarik dalam acara launching aplikasi elektronik Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat – Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR-SP4N) yang digelar oleh Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu kemarin (17/10) di salah satu hotel di Kota Bengkulu. Saat memberikan kata sambutan, Rohidin tiba-tiba mengabsen admin OPD mana saja yang hadir dalam acara launching LAPOR-SP4N dan meminta masing-masing perwakilan admin OPD menunjuk tangan. Hal ini dilakukannya karena melihat banyak bangku kosong yang belum terisi. Setelah mengetahui perwakilan yang hadir sekitar hanya 10 persen, Rohidin langsung berang (marah-red).

“Mana perwakilan masing-masing OPD?  Acungkan tangannya..! Kok adminnya sedikit sekali yang datang. Nggak sampai 10 persen dari seluruh OPD,” tegasnya, kemarin dengan nada tinggi.

Sementara itu, dalam sambutannya kemarin Rohidin spontan mengaku kecewa dengan peserta yang sedikit sekali hadir itu.

“Ini mengecewakan. Kalau tidak pernah hadir bagaimana mau nyambung terhadap arahan yang saya sampaikan. Percuma saja, saya nggak mood jadinya,” tegasnya.

Dibagian lain, ia tegas meminta admin LAPOR-SP4N di masing-masing OPD tidak diganti. Karena akan berpengaruh terhadap kinerja kedepannya.

“Orang yang ditugaskan menjadi admin jangan diganti. Karena itu source (sumber daya). Kasih ke saya dan BKD nama-nama orangnya tiap OPD agar orang ini nggak diganti,” tegasnya.

“Aplikasi ini juga nggak ada fungsinya kalau adminnya nggak aktif. Misal ada laporan toilet kamar mandi macet di Rumah Sakit, siapa yg tahu ya admin,” tambahnya.

Sementara itu, ia meminta pelatihan yang telah diberikan kepada para operator belum lama ini dapat di follow up.

“Yang sudah dilatih 3 bulan yang lalu harus ada follow up. Pimpinan OPD juga harus ngerti tentang sinergitas. Misal sebulan sekali dievaluasi, sehingga masyarakat tidak demo. Jadi pengaduan masyarakat harus dikelola dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, meski kecewa, ia tetap mengapresiasi acara Launching Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat – Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR-SP4N).

“Kami sangat mengapresiasi. Aplikasi ini sangat baik dan sangat kita butuhkan. Aplikasi ini sebagai media penghubung antara pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, aspirasi dan kritik kepada pemerintah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, agar program e-lapor berjalan dengan baik, ia meminta Dinas terkait beserta OPD lainnya terus gencar melakukan sosialisasi.

“Aplikasi ini harus tersosialisasi dengan baik. Edukasi masyarakat. Informasi sekecil apapun harus akurat, benar dan bertanggunggungjawab. Tujuannnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan aplikasi e-lapor ini, tujuan kita untuk memperbaiki mutu layanan publik dan produktivitas,” urainya.

“Saya minta hingga tiap desa ada sosialisasinya. Misal baliho di tempat strategis, jangan hanya disini. Saya minta seluruh OPD menyampaikam pada setiap kegiatan,” tambahnya.

Menanggapi sedikitnya admin dari masing-masing OPD yang menghadiri launching Aplikasi E-Lapor ini, Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Eddy Prawisnu beralasan, undangan sebelumnya telah disebar kepada seluruh OPD. Hanya saja undangan untuk admin hanya kepada 3 OPD dan selebihnya untuk Pejabat Penghubung Pengelola Aplikasi.

“Jadi sebenarnya pejabat penghubungnya banyak yang hadir, mereka itu bingung karena Pak Gubernur menanyakan admin. Kalau adminnya hanya 3, di Kominfotik 1, 2 di Inspektorat dan 1 di staf Gubernur. Tapi pejabat penghubungnya di setiap OPD, mereka tadi mau tunjuk jari ragu-ragu,” papar  Eddy Prawisnu.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Bengkulu, Herdi Puryanto mengatakan, Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat – Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR-SP4N) sangat bagus sekali untuk meningkatkan partisipasi masyarakat guna meningkatan kualitas terhadap pelayanan publik.

“Salah satu fungsinya untuk mengingatkan pemerintah, meningkatkan kepercayaan publik ke pemerintah, karena pengaduannya bisa langsung disampaikan ke www.lapor.go.id, ketik sms aduan ke 1708. Jadi sampaikan pengaduan anda melalui e-lapor dengan data yang konkrit. Misal, kinerja birokrasi yang kurang memuaskan, ada jalan rusak berlubang disertai dengan fotonya,” tegasnya.

Sementara itu, dalam agenda launching kemarin terungkap bahwa baru 3 daerah di Provinsi Bengkulu yang sudah menerapkan e-lapor. Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Mukomuko, Kota Bengkulu dan Kabupaten Lebong.  Dalam agenda launching kemarin dihadiri utusan dari Kemenpan RB M.Imanudin, Kepala Ombudsman Bengkulu, beserta tamu undangan lainnya. (ags)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 + 7 =