Linda Tidak Mau Coreng Pemerintahan

Linda Tidak Mau Coreng Pemerintahan

BERBAGI
DOK/RBO Wakil Walikota Bengkulu Ir Patriana Sosialinda-dalam kegiatan HUT TNI ke-72
BERBAGI:

 

Hanya Gara-Gara Menggebu Soal Pilwakot

RBO >> BENGKULU >> Salah satu kandidat bakal calon Walikota Bengkulu, Ir Patriana Sosialinda bisa dibilang paling santai dibanding kandidat lainnya. Dia tak terlihat memasang spanduk, baliho atau segala macam bentuk sosialisasi lainnya. Dibilang tidak punya modal atau finansial, semua pihak meyakini itu tidak mungkin. Bahkan Linda disebut masih belum percaya diri dalam pilwakot meski telah pasti didukung Golkar.

      Dikonfirmasi langsung ke ruangan kerjanya, Patriana Sosialinda mengatakan bahwa silakan saja orang mau menilai dirinya. Namun ditegaskan anak Drs. Syafiudin A.R. (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1980 – 1985) ini, bahwa dirinya punya etika sendiri dalam pilwakot yang akan digelar 2018 mendatang.

      “Apa etikanya? Semua orang tahu saat ini saya masih mengemban amanah sebagai Wakil Walikota. Saya tidak mau konsentrasi saya terbagi, terganggu hanya karena terlalu fokus dengan pilwakot. Saya tetap ikuti proses penjaringan di partai politik, itu membuktikan bahwa saya serius maju dalam pilwakot. Lalu kenapa saya tidak menggebu gebu memasang baliho spanduk disana sini, itu karena saya menjaga amanah sebagai Wakil Walikota, etikanya tidak layak lah itu menurut saya,” kata Linda sapaan akrabnya.

      Ditegaskan Dia ketika nanti masa jabatannya habis, amanah dari masyarakat Kota Bengkulu untuk dirinya sebagai Wakil Walikota sudah habis. Maka saat itulah dirinya mulai fokus menyampaikan program kerjanya lima tahun selanjutnya kepada masyarakat.

“Sekarang ini tahan diri dulu, kerja dulu sebagai Wakil Walikota, buka telinga dan mata lebar lebar ada tidak masyarakat yang butuh, mengeluh dan mengharap perhatian, itu yang lebih dulu kita kejar dan bantu. Soal pasang spanduk, itu bisa nanti. Dan ini prinsip saya, tanggungjawab sebagai Wakil Walikota masih melekat saat ini, saya harus menjaga nama baik pemerintahan, saya tidak mau karena pilwakot nanti nama pemerintah akan tercoreng,” sambung Dia.

      Linda mengatakan bahwa pamit ke keluarga dan mengikuti prosesi penjaringan di parpol sudah menunjukan keseriusannya punya niat maju Pilwakot. Tapi Dia tidak mau over dalam bertindak. (lay).