Penyuap RM Dituntut 4 Tahun, Denda Rp 200 Juta

Penyuap RM Dituntut 4 Tahun, Denda Rp 200 Juta

Dedi/RBO RM,Lily dan Rico saat mengikuti persidangan kemarin
BERBAGI:

 

RBO >> BENGKULU >> Terdakwa Joni Wijaya yang diduga pemberi suap ke Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti melalui Rico Dian Sari alias Rico Can, kemarin Kamis dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 4 tahun penjara dengan denda Rp 200 Juta. Apabila tidak membayar denda, maka diganti dengan hukuman 6 bulan penjara. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu diketuai oleh Majelis hakim Admiral SH, MH, dan JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Heri B.S Ratna Putra.

   JPU KPK Heri B.S Ratna Putra dalam berkas tuntutan itu menyampaikan, sesuai dengan keterangan saksi dan barang bukti yang terungkap di muka persidangan, maka JPU berkesimpulan bahwa terdakwa Joni Wijaya terbukti bersalah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi. Kemudian fakta yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi dan terdakwa tidak berterus terang mengenai pemberian uang. Kemudian, fakta yang meringan terdakwa bersikap koorporatif dalam mengikuti proses persidangan dan santun.

   “Berdasarkan uraian yang kami kemukakan dalam analisa yuridis sebagaimana tersebut di atas, kami selaku JPU berkesimpulan bahwa terdakwa Joni Wijaya terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dakwaan pertama dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan menuntut terdakwa seperti yang disebut di atas,” ujarnya di muka persidangan itu kemarin Kamis, (19/10) di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu.

Setelah pembacaan tuntutan itu, terdakwa Joni Wijaya atas tuntutan yang dibacakan oleh JPU itu melalui PHnya mengajukan pembelaan di persidangan selanjutnya dan Majelis hakim menerima itu dan kembali menunda persidangan dan dilanjutkan pada Senin 30 Oktober mendatang dengan agenda pembelaan.

Tim JPU KPK Heri B.S Ratna Putra saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai dengan analisa tim JPU dan melihat keterangan saksi dan fakta yang terungkap di persidangan selama ini, memang pihaknya menuntut terdakwa Joni Wijaya ini dengan dakwaan pertama seperti yang dibacakan di muka persidangan itu tadi.

   “Ya, kalau menurut kita selaku JPU dalam perkara ini, tuntutan itu sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa dan didukung oleh keterangan saksi dan barang bukti yang terungkap di persidangan,” ucapnya seusai persidangan itu kemarin.

Sementara PH terdakwa Joni Wijaya enggan memberi komentar apa-apa kepada sejumlah wartawan yang ingin mengkonfirmasi terkait dengan tuntutan yang dibacakan oleh JPU itu.(ide)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine + 3 =