Truk Bata Lindas Pasutri Hingga Tewas

Truk Bata Lindas Pasutri Hingga Tewas

BERBAGI:

Darah Berceceran, Korban Terjepit dan Truk Digulingkan

RBO, KEPAHIANG – Tragedi mengenaskan kembali terjadi di jalan raya. Kali ini satu unit truk roda 6 bermuatan material batu bata Nopol. BG 8718 G diduga overload tidak mampun mendaki tanjakan sehingga mundur dan melintas pengendarai sepeda motor Yahaha Mio Nopol. BD 5746 GC. Peristiwa maut tersebut terjadi di Jalan lintas Desa Keban Agung Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang, Kamis (19/10) sekira pukul 12.30 WIB.

Data kepolisian Polres Kepahiang menyebutkan pengendara truk bernama Muji Wiyono bin Mistam (34) warga Desa Wukur Sari Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan pengendara sepeda motor Yahama Mio diketahui bernama Todi Amizar (21) dan istrinya Diona Desi Sari (20) warga Desa Kembang Seri Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Keduanya meninggal dunia usai terlindas ban truk roda 6 tersebut, sedangkan kendaraan dan sopirnya sudah diamankan petugas laka latas Polres Kepahiang.

Berdasarkan keterangan saksi yang selamat dari kecelakaan maut, Marni (30), warga Desa Batu Belarik Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang kepada awak media awalnya dirinya korban berangkat beriringan dari ibu Kota Kabupaten Kepahiang menuju Kecamatan Bermani Ilir. Nahasnya saat melalui jalan tanjakan truk roda 6 ini mundur mendadak dan melindas sepeda motor korban yang persis berada di belakang paling dekat.

“Saya juga berada di belakang mobil saat itu, tetapi jaraknya cukup jauh sehingga saya bisa menyelamatkan diri cara meloncat dari sepeda motor, dan membiarkan motor saya terlindas, sedangkan korban jarak dekat, saat truk mundur langsung lindas motor dan kedua korban,” ujar guru yang mengendarai sepeda motor honda Beat ini, kemarin.

Dalam kondisi masih cemas Murni mengungkapkan bahwa kedua korban tidak bisa lari dan terlindas ban belakang dan masuk ke dalam kolong truk tanpa menghiraukan pekik kesakitan kedua korban, sampai truk tersebut terhenti darah sudah berserakan yang diduga keluar dari tubuh dan kepala kedua korban.

“Saya sangat sock, seandainya itu menimpa saya, saya dengar pekikan kesakitan kedua korban ketika dilindas ban truk itu, bahkan untuk mengeluarkan kedua korban truk harus didongkrok dan digulingkan,” ungkap Murni.

Apa disampaikan oleh Murni, hampir sama dengan disampaikan oleh saksi mata Yudi Darmawansyah (24) warga Kelurahan Pensiunan dan Deriansyah (21) warga Jalan baru Kecamatan Kepahiang. Menurut kedua saksi korban meregang nyawa dalam setelah dilindas truk roda 6 bermuatan material batu bata yang diduga overload.

“Yang kami lihat kondisi kedua korban serta sepeda motor berada dibawah truk, lalu dievakuasi oleh polisi dan warga, dan kedua korban dilarikan ke RSUD Kepahiang, pemilik mobilnya sudah diamankan polisi,” ungkap Yudi dan Deri.

Kapolres Kepahiang AKBP. Pahala Simanjuntak, SH, melalui Kapolsek Bermani Ilir Iptu Simarmata, mengatakan awalnya truk bermuatan meterial tersebut melaju dari ibu kota Kabupaten Kepahiang dengan tujuan Desa Batu Belarik. Namun saat berada Desa Keban Agung truk tersebut mundur karena tidak sanggup menaikan tanjakan lalu menghantam sepeda motor di belakangnya.

“Sepeda motor dikendarai korban terjepit dibahwa roda dan terseret ke bawah, akibatnya kedua korban mengalami luka para dibagian wajah dan tubuh, sedangkan pengedara sepeda motor honda berhasil selamat,” ungkap Kapolsek.

Untuk proses penyelidikan penyebab kecelakaan, Polsek Bermani Ilir dan Satlatas Polres Kepahiang sudah mendatangi Tempat Kejadian Pekara (TKP) dan mengamankan pemilik truk serta alat bukti lainnya.

“Sopir dan mobilnya sudah kita amanakan, korban dilarikan ke rumah sakit Kepahiang,” sampainya.

Ditempat lain Kasat Lantas Polres Kepahiang AKP. Agis Arya Denawan, SIK, mengaku kedua korban ketika sampai ke RSUD Kepahiang dan diperiksa oleh tim medis dinyatakan sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.

“Korban laka lantas 2 meninggal telah dibawa ke RSUD Kepahiang,” ungkap AKP.Agis Arya Denawan, SIK, kemarin. (izu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

3 × one =