3 Terdakwa KONI Didakwa Berlapis

3 Terdakwa KONI Didakwa Berlapis

Dedi/RBO: YRS Tsk Kasus Korupsi KONI seusai mengikuti persidangan
BERBAGI:

YRS: Saya Sudah Banyak Membawa Prestasi dan Mengharumkan Bengkulu

RBO, BENGKULU – Kasus korupsi dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu dengan terdakwa Dr Yuan Rasugi Sang, S.Sos, MH, H Arsuan Jumari SH dan Fasanova kemarin Selasa mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nama Novita SH itu diketuai oleh Majelis hakim Geabriel Sialagan SH, MH didampingi hakim anggota Rahmat SH, MH, dan Agusalim SH,MH.
Dalam dakwaan itu JPU menyampaikan, bahwa terdakwa Yuan Rasugi Sang (YRS) selaku ketua KONI Provinsi Bengkulu tahun 2015 sementara terdakwa Arsuan Jumari selaku bendahara umum KONI dan terdakwa Dian Fasanofa selaku wakil bendahara I. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu tahun 2015 mencantumkan KONI Provinsi Bengkulu sebagai penerima hibah APBD Provinsi Bengkulu dengan nilai Rp 5.200.000.000. Penggunaan dana seolah sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani oleh terdakwa Yuan Rasugi dan Suduto dimana terdakwa telah melaporkan pertanggung jawaban penggunaan dana sebesar Rp 5.200.000.000 yang sudah dicairkan digunakan selama kepemimpinannya itu kemudian beberapa tahap pencairan sudah dilakukan dan uang tersebut sudah digunakan dan sudah sesuai dengan perjanjian. Pada kenyataannya bahwa dana yang digunakan dan sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) hanya sebesar Rp 4.067.704.100 sehingga dalam pengeloaan dana tersebut sesuai dengan hasil perhitungan BPKP perwakilan Provinsi Bengkulu telah merugikan negara sebesar Rp 1.132.295.900.
Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu pembayaran akomodasi dan komsumsi Musrorprov sebesar Rp 53 Juta kegiatan dimulai dari 28 sudah 30 Juni 2015 yang dibuat oleh Dian Fasanofa atas perintah terdakwa Yuan Rasugi Sang berdasarkan cek out hotel Dianti makan sebanyak Rp 400 porsi dengan harga Rp 75.000 perporsi dengan total Rp 30 Juta dan snack seharga Rp 5 Juta dan pembayaran aula selama 3 hari sebesar Rp 18 Juta. Kemudian pengurus KONI yang terlibat dalam pelaksanaan Musorprov yang dilaksanakan di hotel tersebut antara lain Edi Santoso, Arsuan Jumhari, Patriati, Yesi Apriani, Akirudin, dan Ikhwan sedangkan jumlah panitia dalam acara itu sebanyak 42 orang Pengprov 60 orang kabupaten Kota 36 sehingga semua jumlah 137 orang. Kemudian masih banyak kegiatan perbelanjaan lainnya yang tidak sesuai dengan laporan (NPHD) sehingga menimbulkan kerugian negara.
“Berdasarkan rician tersebut perbuatan terdakwa Yuan Rasugi Sang bersama-sama dengan terdakwa Arsuan Jumhari dan Dian Nasanofa telah merugikan negara. Perbuatan masing-masing terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana kesatu primair Pasal 3 Junto Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Atau kedua Pasal pasal 9 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Junto Pasal 55 ayat (1) KUHP,” ujar Novita ddimuka persidangan itu kemarin Selasa, (24/10).
Seusai pembacaan oleh JPU itu terdakwa Yuan Rasugi Sang mengajukan eksepsi dan merasa keberatan terhadap dakwaan yang dibacakan oleh JPU dalam persidangan itu, sementara terdakwa Arsuan Jumhari dan Dian Fasanofa menerima dakwaan tersebut dan tidak mengajukan eksepsi. Sehingga persidangan ditunda dan dilanjutkan Selasa minggu depan untuk terdakwa Yuan Rasugi Sang dengan agenda eksepsi sementara untuk terdakwa Arsuan Jumhari dan Dian Fasanofa dengan agenda pembacaan saksi sidang dilakukan terpisah.
Yuan Rasugi Sang saat dikonfirmasi terkait dengan eksepsi yang bakal diajukannya itu itu ia mengatakan, bahwa dirinya keberatan dan ada beberapa penyataan di dakwaan itu yang harus dibantah dan tidak sesuai dengan fakta hukum. Di dalam dakwaan itu tadi JPU menyampaikan atas perintah terdakwa untuk membuat laporan padahal dirinya tidak pernah memerintahkan kecuali sekretaris umum dan bendahara umum untuk membuat pertanggung jawaban masalah uang hibah tersebut. Namun dalam dakwaan itu tadi berbeda dengan fakatanya.
“Saya tidak pernah memerintahkan wakil bendahara 1 Dian Fasanova untuk membuat laporan pertanggung jawaban uang itu. Ini yang saya bantah nanti akan kita sampaikan di nota eksepsi kita di persidangan nanti,” terangnya seusai persidangan itu kemarin.
Kemudian dia juga mengatakan selama dirinya menjabat Ketua KONI Provinsi Bengkulu beberapa prestasi Bengkulu menjadi tuan rumah Porwil saat itu dibawah pimpinannya Bengkulu mengalahkan Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.
“Bisa dicek ya selama kepemimpinan saya di KONI beberapa prestasi sudah kita raih. Semua pekerjaan dan mengharumkan nama Bengkulu juga sudah kita lakukan selam saya di KONI,” ucapnya.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

ten + 11 =