Helmi, Linda, Erna, Marjon Tak Hadiri Rapat Paripurna

Helmi, Linda, Erna, Marjon Tak Hadiri Rapat Paripurna

Ari/RBO: Indra Sukma dari Fraksi Partai Amanat Nasional saat menyampaikan pandangan Fraksi dalam RAPBD Perubahan 2017
BERBAGI:

Hamsi Tinggalkan Ruangan Sidang

RBO,BENGKULU – Sidang paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan fraksi DPRD Kota, kemarin diwarnai banyak interupsi dari anggota legislatif. Paripurna tentang pembahasan APBD Perubahan 2017 itu, akhirnya berujung aksi meninggalkan ruangan dari seorang anggota dewan bernama Hamsi. Hamsi mengatakan bahwa seringnya Walikota Helmi Hasan, Wakil Walikota Ir Patriana Sosialinda dan Sekda Marjon tak penuhi undangan paripurna membuat dirinya kecewa. Ditambah lagi setiap pembahasan ditingkat banggar, ketiga yang disebutkan itu juga tak ikut bahas.
“Lembaga legislatif ini seperti sudah tidak dihargai lagi. Paripurna seperti dianggap sepele. Lihat saja ketika Walikota tak ada di paripurna,sejumlah kepala OPD ikut- ikutan tidak datang. Camat Lurah dan perangkatnya juga ikut -ikutan tak hadir. Apa mereka anggap paripurna ini hanya formalitas saja. Tadi saya bertanya ke pimpinan paripurna, tapi jawabannya tidak memuaskan. Maka dari itu, saya memilih untuk tidak ikut paripurna sebagai bentuk kekecewaan,” sampai Dia.
Pimpinan paripurna siang itu diambil alih Wakil Ketua 1 Yudi Darmawansyah. Sebab selain Walikota, Wakil Walikota dan Sekda, ternyata Ketua DPRD Kota juga tak bisa menghadiri paripurna. Diinformasikan bahwa mereka sedang dalam perjalanan dinas.
Menurut Yudi Darmawansyah, mandat Walikota yang diberikan ke Asisten 1 Pemkot Facriza sudah cukup untuk melanjutkan paripurna.
Aksi interupsi juga dilontarkan Anggota Fraksi Demokrat, Sawaludin Simbolon. Menurut Dia, harusnya pimpinan paripurna sedari awal mengkonfirmasi jika Kada atau Wakada tak bisa datang. Sehingga bisa langsung diinformasikan ke anggota badan musyawarah. “Tak akan ada lagi yang interupsi seperti ini,” sambung Dia.
Bahkan fraksi PKS dalam pandangan fraksinya menyebutkan bahwa bagi OPD yang malas malasan hadiri Paripurna akan dicatat dan dijadikan pertimbangan untuk tidak dibantu anggarannya. Menurut juru bicara Fraksi, Rena Anggraini bahwa pentingnya OPD hadiri paripurna demi mengetahui apa saja rekomendasi dewan dan seberapa besar kemampuan keuangan daerah.
“Ya, tolong bagian sekretariat dicatat kepala dinas mana saja yang jarang hadiri paripurna diserahkan nama mereka ke Bagian Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bengkulu, sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan,” sampai Dia. (lay)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

18 + 14 =