Jalan, Kawasan Istimewa Lestarikan Bunga Rafflesia Arnoldy Bengkulu

Jalan, Kawasan Istimewa Lestarikan Bunga Rafflesia Arnoldy Bengkulu

BERBAGI
Dani/Yar Inilihan contoh ilustrasi pintu gerbang atau gapura yang perlu dibuat sebelum memasuki kawasan tumbuhnya Bunga Rafflesia Arnoldy di daerah Taba Penanjung Benteng
BERBAGI:

Catatan Spesial dari  Kunjungan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ke Bunga Rafflesia Arnoldy di Taba Penanjung

KECINTAAN Plt. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah, MMA terhadap bunga Rafflesia Arnoldy boleh dikatakan luar biasa. Kenapa tidak! Karena begitu mendengar Bunga Rafflesia mekar di KM 45 Taba Penanjung Bengkulu Tengah, Beliau langsung meresponnya dengan cara datang dan melihat langsung pada hari Minggu (22/10).

Padahal selama ini jarang atau boleh dikatakan tidak ada pejabat sekelas Gubernur yang mau melihat langsung bunga langka mekar tersebut di daerah tugasnya. Bahkan, sekelas Bupati saja juga nampaknya belum ada yang melihat. Kenapa Gubernur Bengkulu sampai melihatnya? Simak laporannya di bawah ini.

AZMALIAR ZAROS – KOTA BENGKULU

Sebelumnya, Harian Radar Bengkulu edisi Sabtu, 21 Oktober 2017 menurunkan berita berjudul , ‘’Tangis Icon Bengkulu Bunga Rafflesia, Hampir Punah, Pemerintah Tak Pernah Hadir Ketika Rafflesia Mekar.’’

      Keesokan harinya, Minggu siang (22/10) Plt Gubernur Rohidin mendadak mengunjungi Bunga Rafflesia Arnoldi yang sedang mekar di KM 45 Taba Penanjung Bengkulu Tengah itu.

Kujungannya ini dilakukan disamping untuk melihat bunga langka yang ada di Bengkulu , juga  untuk menyelamatkan puspa langka, Bunga Rafflesia Arnoldi yang terancam punah itu.

Dalam kunjungannya ke lokasi Bunga Rafflesia mekar, Plt. Gubernur yang didampingi Kadis Pariwisata Bengkulu Tengah, Achrawi itu muncul ide kreatif untuk menyelamatkan puspa langka itu dengan cara penangkaran. Beliau menginginkan adanya kawasan penangkaran Bunga Rafflesia.

Ini dimaksudkan  agar mudah dilihat oleh masyarakat dan para turis yang berkunjung ke Bengkulu nanti.

“Bunnga Rafflesia ini persoalannya sekarang  memerlukan  publikasi secara masif dan sistematis. Lalu selanjutnya bagaimana cara membudidayakannya. Kita prediksi tentukan kapan Rafflesia mekar, sehingga kalau ada event daerah bisa kita arahkan wisatawan melihatnya. Saya sudah instruksikan kepada Dinas Pariwisata Benteng dan Provinsi untuk berkoordinasi dengan Badan Riset Daerah apakah bisa bunga ini dibudidayakan, yang nantinya akan terjadwal mekarnya dan mudah aksesnya untuk dijangkau melihatnya,” kata Rohidin saat di lokasi Rafflesia mekar itu.

Rohidin mengatakan, ketika menyebut Bunga Rafflesia, pasti orang ingin melihat aslinya. Maka dari itu, akan kita upayakan ada kawasan penangkaran Bunga Rafflesia.

Hal ini juga sebagai upaya penyambutan event Bengkulu Tour The Rafflesia pada 2018 nanti.

Dalam identifikasi, lanjut Rohidin, bisa mengandeng akademisi dari universitas yang ada di Bengkulu ini. Dengan begitu nantinya pasti potensi puspa langka ini bisa menjadi tour wisata daerah.

“Terlebih saat ini puspa langka yang dimiliki provinsi kita sudah menyita perhatian nasional. Bahkan juga sudah mendunia,” jelasnya.

Keberadaan puspa langka jenis Bunga Rafflesia Arnoldi dan Amorphopalus titanium (bunga bangkai) di Provinsi Bengkulu rupanya menyita perhatian nasional.

Menariknya, dengan potensi itu Plt Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA meminta agar keberadaan puspa langka yang termasuk icon daerah dapat dijadikan tour wisata.

Ketua Kelompok Pemuda Peduli Rafflesia, Zulkifli senang sekali dengan kunjungan orang nomor satu di provinsi ini. Dengan adanya kunjungan pejabat Bengkulu ini, dia berharap bunga kebanggaan daerah ini benar-benar bisa dilestarikan nantinya.

Tidak hanya itu, dengan kunjungan Plt Gubernur Bengkulu ini, dia dan anggotanya  lebih semangat lagi dalam menjalankan peran sebagai penjaga puspa langka ini.

Selain itu, pemerintah daerah, baik provinsi atau Kabupaten Bengkulu Tengah perlu membuat pintu gerbang atau gapura istimewa di lokasi kita akan memasuki kawasan tempat bunga Rafflesia itu tumbuh.

Tulisannya adalah, ‘’ Selamat Datang, Anda Memasuki Kawasan Bunga Rafflesia Arnoldy.’’

      Gapura atau pintu gerbang itu bisa dibuat dekat jembatan di Taba Penanjung, sebelum mulai mendaki di Liku Sembilan Taba Penanjung.

Dan demikian juga halnya saat kita dari Kepahiang dan Pagar Alam saat akan masuk ke kawasan tempat tumbuhnya Bunga Raflesia ini. Gapura dari Kepahiang ini bisa dibuat di daerah Tebat Monok atau di daerah perbatasan Kepahiang dengan Benteng.

Ada baiknya juga, lokasi tempat mekarnya bunga Rafflesia itu dibuat nama jalan khusus. Yaitu jalan Bunga Rafflesia.

Sehingga dengan adanya nama jalan dan nama kawasan Bunga Rafflesia ini, orang akan ingat terus dengan Bunga Rafflesia. Turis asing yang datang ke daerah ini juga akan cepat dan mudah  akrab.

Bila memungkinkan juga, tidak ada salahnya kalau para pelajar yang ada di daerah ini diajak berdarmawisata ke lokasi ini. Sehingga mereka bisa lebih kenal Bunga Rafflesia yang dimiliki daerah Bengkulu.

Dengan makin banyaknya warga yang kenal, maka akan semakin luas dan semakin banyak orang yang kenal dengan Bunga Rafflesia.

Kalau orang banyak kenal Bunga Rafflesia, orang akan semakin rindu untuk datang ke Bengkulu. Kalau orang  banyak datang ke daerah ini, otomatis akan banyak uang yang beredar dan ekonomi Bengkulu akan semakin tumbuh.

Yang tidak kalah penting lagi adalah perlu dijaga kawasan itu dari tangan-tangan jahil. Kalau ada yang merusak pohon, berikan sanksi tegas. Sehingga pihak lain tidak akan melakukan hal yang sama sekaligus menjadi efek jera. (***)