Komunitas BHS Kembalikan Warna Asli Tugu Thomas Parr, dari Biru ke Putih

Komunitas BHS Kembalikan Warna Asli Tugu Thomas Parr, dari Biru ke Putih

Iwan/RBO: Komunitas BHS mengembalikan warna asli kubah Tugu Thomas Parr, dari Biru ke Warna Putih, Rabu (25/10).
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Komunitas Bengkulu Heritage Society (BHS) melakukan pengembalian warna asli aset sejarah Tugu Thomas Parr Kota Bengkulu kepada warna aslinya, setelah di cat dengan warna biru.
Menurut Plt Ketua BHS Reko Serasi SS, M.A mereka selaku komunitas yang peduli terhadap pelestarian cagar budaya dan kesenian daerah merasa terpanggil dan prihatin karena aset budaya sejarah ini telah dirubah dari warna aslinya.

“Hari ini, kegiatan kita dari komunitas BHS melakukan pengecatan ulang terhadap kubah Tugu Thomas Parr yang sebelumnya telah dirubah menjadi warna Biru dimana warna asli sebenarnya adalah Putih,” kata Plt Ketua BHS Reko Serasi SS, M.A saat ditemui sedang bersama komunitasnya di Tugu Thomas Parr, Rabu (25/10).

Sebelumnya dijelaskan oleh Reko, berdasarkan Undang-Undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya maka tidak boleh merubah warna cagar budaya selain warna aslinya.

“Sebelum ini, kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPCB Jambi selaku penanggung jawab juga dengan pihak terkait Pemda Provinsi untuk mengembalikan keaslian warna Kubah Tugu Thomas Parr,” lanjutnya.

Selain itu, komunitas BHS yang baru beranggotakan 20 orang ini sangat menyayangkan adanya pengecatan cagar budaya diluar warna aslinya. “Kita sangat menyayangkan dinas terkait yang merubahnya tidak sesuai warna asli. dan dari hasil penelusuran kami pihak dari provinsi Bengkulu serta dari BPCB Jami juga sudah melayangkan surat teguran terhadap dinas terkait di Kota Bengkulu untuk mengembalikan ke warna aslinya, akan tetapi dinas tersebut tidak mengindahkan. Sebab itu, kami merasa terpanggil demi untuk melestarikan peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Bengkulu,” paparnya.

Kedepan dengan apa yang telah mereka lakukan saat ini, BHS berharap bahwa jangan lagi ada pihak terkait yang merubah warna peninggalan budaya apalagi sejarah. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa jadi inspirasi dan pembelajaran serta menjadi pintu masuk bagi pihak terkait agar terus melestarikan cagar budaya kita. Kegiatan hari ini kami lakukan atas swadaya kita sesama anggota BHS lainnya tanpa adanya bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.(idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

six − three =