Rp 300 Juta Untuk Cegah TB

Rp 300 Juta Untuk Cegah TB

BERBAGI
Sefty Yuslinah

Komisi IV DPRD Dukung Tekan Penyakit Tb

RBI, BENGKULU – Masyarakat penderita Tuberkulosis (Tb) yang merupakan salah satu penyakit menular rupanya masih cukup tinggi di Provinsi Bengkulu. Ini terungkap dalam hearing antara Komisi IV DPRD, Organisasi Aisyiyah, MUI dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Selasa (24/10). Dengan kondisi itu, Dinkes dapat berperan aktif untuk menekan angka serangan penyakit menular tersebut.
“Kita hampir tak menyangka jika serangan Tb di Provinsi Bengkulu ini masih tinggi. Meskipun demikian, kita tetap mengapresiasi atas program pendampingan yang dilakukan Dinkes bekerjasama dengan organisasi Aisyiyah guna menekan angka penderita Tb,” ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Hj. Sefty Yuslinah, S.Sos diwawancarai usai hearing.
Meskipun demikian, lanjut Sefty, Dinkes dapat berperan lebih aktif lagi. Terlebih dalam hearing tadi (kemarin, red) juga terungkap, jika masih banyak penderita Tb yang sama sekali belum teridentifikasi.
“Misalnya di Provinsi kita ini terdapat 900 penderita Tb, tapi yang baru ketahuan baru 300 penderita saja. Artinya belum setengah yang terindentifikasi,” katanya.
Tentu saja, sambung Sefty, sisa penderita Tb yang belum ketahuan itu, belum menjalankan pengobatan. Sementara 1 penderita Tb bisa menularkan penyakit serupa terhadap banyak orang.
“Sekarang ini pemerintah telah mencanangkan pengobatan gratis bagi penderita Tb. Tahun ini saja dialokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta guna mencegah Tb,” tegas Sefty.
Menurut Sefty, kedepan guna meminimalisir serangan Tb ditengah-tengah masyarakat, harus diciptakan kerjasama yang baik antara Dinkes, organisasi yang peduli seperti Aisyiyah dan masyarakat.
“Dari penjelasan Aisyiyah tadikan ada gerakan nasional ketuk pintu Tb, ya tidak masalah itu terus dilanjutkan. Supaya apa yang diharapkan bisa tercapai maksimal,” tutupnya.(idn)