Yulfiperius Jabat Ketua Aptisi & Artipena Provinsi Bengkulu

Yulfiperius Jabat Ketua Aptisi & Artipena Provinsi Bengkulu

Rio/RBO Para pengurus foto bersama usai pelantikan
BERBAGI:

RBO >>  BENGKULU >>  Rektor Universitas Hazairin (Unihaz-red) Bengkulu, Dr.Ir.Yulfiperius, MSi resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-C Bengkulu dan Ketua Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Provinsi Bengkulu.

Agenda pelantikan Selasa kemarin (31/10) langsung dipimpin oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Prof.H.M.Budi Jatmiko di Gedung Serbaguna (GSG) Kantor Gubernur Bengkulu. Selain dilantik sebagai Ketua APTISI Bengkulu, Yulfiperius juga dilantik sebagai Ketua Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Provinsi Bengkulu.

Disisi lain, Yulfiperius dalam sambutannya mengatakan, pasca dilantik pihaknya siap bekerjasama dengan Pemprov Bengkulu guna memajukan Provinsi Bengkulu.

      “Kami siap menjadi patner Pemprov Bengkulu. Kami siap bergandeng tangan untuk menyukseskan program pemerintah di Bengkulu,” tegasnya, kemarin saat pelantikan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-C dan Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Provinsi Bengkulu.

      Dijelaskan dia, Aptisi  Bengkulu kini membawahi sebanyak 20 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Bengkulu.

“Bersama Aptisi  kita siap membangun institusi pendidikan yang berkualitas di Bengkulu. Kita ingin menciptakan SDM yg unggul dan cerdas,” tegasnya.

      Ditambahkan, pihaknya juga akan ikut aktif membantu BNN dalam melakukan pemberantasan narkoba di Bengkulu, khususnya dilingkungan kampus.

      “Terkait dengan pemberantasan narkoba kita akan melakukan sinergi dengan pihak yang concern dengan pemberantasan narkoba. Seperti melakukan sosialisasi anti narkoba di PTS, kami siap membantu program di BNN. Kami juga mohon pihak legislatif mendukung program pemberantasan narkoba ini dengan memberikan bantuan dalam bentuk kucuran anggaran untuk Bengkulu dan Indonesia lebih baik,” tegasnya.

      Sementara itu, Ketua Umum Aptisi   Pusat, Prof.H.M.Budi Jatmiko berharap Aptisi  di Bengkulu dapat berkembang dengan pesat.

“Saya ingin Aptisi  dan Artipena  dapat berkembang dengan baik di Bengkulu,” tegasnya.

Pasalnya, sejak menjabat sebagai Ketua Aptisi  Pusat, ia mengetahui bahwa Aptisi  Bengkulu masih belum terlalu aktif. Berbeda dengan pengurus Aptisi provinsi lainnya di Indonesia.

“Aptisi Jawa Barat yang paling aktif. Setelah itu DKI, Jatim, Jateng, DIY,” terangnya.

Dijelaskan, semakin tidak ada kepedulian Pemerintah Daerah terhadap Aptisi, maka sektor Pendidikan Tinggi akan sulit berkembang.

“Pemprov Jawa Barat aja mengucurkan dana Rp 110 miliar tiap tahun untuk Aptisi  yang dibagi ke seluruh Perguruan Tinggi untuk membuat program desa dan  kecamatan asuh, riset bersama dengan Pemda, melakukan KKN. Aptisi  juga memotret daerah mana yang masih kekurangan perawat, bidan, dokter, tenaga teknis itu diberikan beasiswa dari Pemprov Jawa Barat,” tambahnya.

      Dijelaskan, ada beberapa provinsi di Indonesia yang mengikuti kebijakan Pemerintah Jawa Barat. Diantaranya Provinsi Banten, Jatim, Riau.

“Pemprov Lampung juga akan memberikan bantuan ke Aptisi  Lampung, Manado juga setelah saya melakukan pelantikan disana Pemdanya langsung memberi beasiswa Rp 20 miliar untuk mahasiswa disana. Jadi, mari kita berkolaborasi sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kepentingan kita bersama yakni memajukan Bengkulu,” tegasnya.

Sekadar informasi, agenda kemarin dihadiri Rektor PTS se-Provinsi Bengkulu, Rektor Unib Dr.Ridwan Nurazi,M.Sc, Sekjen Artipena  Pusat Zainal Arifin Plt.Asisten I Setdaprov. (ags/ae4)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eighteen + ten =