BKKBN Minta Atur Kelahiran

BKKBN Minta Atur Kelahiran

FAHMI/RBO: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Busmar Edisyaf ,SP .MM menyuarakan program KB bersama masyarakat
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Untuk mensejahterakan kehidupan yang akan dijalani oleh pasangan subur di Provinsi Bengkulu, BKKBN mengharapkan bisa menjaga dan mengatur angka kelahiran anak. Karena dengan menjaga angka kelahiran tersebut mampu membuat kestabilan kehidupan dalam satu keluarga. Bisa dilihat perbandingannya dengan keluarga yang mempunyai dua anak dengan keluarga yang mempunyai lebih dari dua anak.

‘’Kita bisa melihat, baik itu dari kesehatan, pendidikan, kasih sayang dan sebagainya akan terlihat kesenjangan dan perbedaan dengan keluarga yang mempunyai dua anak dengan keluarga yang mempunyai lebih dari dua anak,”ungkap Elva Hartati.S.Ip.MM.

Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat itu, Elva yang juga anggota DPR RI di Komisi IX bekerja sama dengan BKKBN untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat, dia turun langsung ke Bengkulu untuk mengawasi berbagai macam kegiatan yang sudah dianggarkan di APBN untuk provinsi Bengkulu.

Hari kemarin (2/11), mereka melakukan sosialisasi di Kecamatan Muara Bangkahulu, yaitu di Kelurahan Rawa Makmur yang dipusatkan di Kampung KB di Jalan Tanggul RT 12 Merpati 2.

Tambah Elva, ini semua dilakukan agar masyarakat paham agar senantiasa melakukan apa saja yang sudah menjadi program dari BKKBN tersebut. Sebab, dengan kondisi negara Indonesia yang menjadi nomor 4 penduduk terbanyak, sehingga akan sulit untuk membangun negara. Melalui kampung KB ini diharapkan seluruh kader mampu menekan tingkat kelahiran dengan cara menyampaikan kepada masyarakat cukup mempunyai dua anak saja.

Untuk mencegah hal ini, bisa dengan cara menghindari pernikahan dini agar mampu menekan angka kelahiran. Untuk seluruh kader yang ada, harus bersungguh -sungguh dalam mensosialisasikan program BKKBN ini. Sehingga, masyarakat juga paham bagaimana cara untuk menekan angka kelahiran.

Diharapkan kepada pemangku kekuasaan agar mampu mensuport untuk kegiatan BKKBN ini. Jangan mengharapkan dana yang dikucurkan dari pusat saja.

‘’Hendaknya pemerintah mampu menyusun anggaran di APBD untuk kepentingan masyarakat mengenai program -program apa yang saja yang dilakukan BKKBN yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga masyarakat yang khususnya berada di pedalaman Kota bisa mengerti akan pentingnya menggunakan alat kontrsepsi, untuk mengurangi masyarakat kita mampu mengatur angka kelahiran yang ada. Sebab, tidak semua alat kontrasepsi tersebut cocok dengan semua orang,”Ujar Elva.

Apabila semua yang diprogramkan tersebut sudah bisa dijalankan, mudah -mudahan masyarakat yang ada di Provinsi Bengkulu ini akan mendapatkan kesejahteraan dan pendidikan yang bagus. Sebab, jarak yang paling ideal untuk mendapat anak kedua itu yang paling bagus berjarak lima tahun. Sehingga lahirnya anak yang pertama bisa mendapatkan perhatian yang full dari kedua orang tuanya.

‘’Dengan jarak kelahiran seperti itu, kita juga bisa mengatur kesehatannya dan memperhatikannya agar kasih sayang yang diberikan tersebut tidak merasa kurang oleh anak,”harap Elva.

Melalui Kampung KB ini diharapkan kader – kader KB terus menjaga kestabilan dan mengatur angka kelahiran. Mampu memberikan pengarahan kepada seluruh para remaja dan pasangan muda agar nantinya mereka mampu menata kehidupan yang akan datang.(Sir 1/yar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 + eight =