Gawat! Pertumbuhan Penduduk Bengkulu Peringkat 6 se Indonesia

Gawat! Pertumbuhan Penduduk Bengkulu Peringkat 6 se Indonesia

BERBAGI:

Pernikahan Dini Tinggi, Mukomuko No 1

RBO, BENGKULU – Satu lagi prestasi buruk untuk Provinsi Bengkulu. Pernikahan dini marak. Sehingga menjadi salah satu penyebab meningkatnya pertumbuhan penduduk di Provinsi Bengkulu hingga menempati urutan 6 se Indonesia. Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Elva Hartati Murman, S.Ip, MM.  Menurutnya, harus ada langkah yang siginifikan guna menekan angka ledakan penduduk di Bengkulu.

“Secara nasional, Indonesia saat ini nomor 4 terbesar di dunia pertumbuhan penduduknya. Sedangkan Bengkulu peringkat enam Se Indonesia. Ironisnya, salah satu penyebab peningkatan itu lantaran tingginya angka pernikahan dini. Bengkulu termasuk memiliki angka pernikahan dini yang tinggi. Dengan kondisi tersebut secara otomatis kita harus segera mengantisipasinya,” kata Elva, Kamis (2/11).Menurut Elva, berdasarkan data yang diperolehnya, dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu, Kabupaten Mukomuko merupakan daerah dengan angka pernikahan dini tertinggi.

“Pernikahan dini itu lantaran usia wanitanya masih dibawah 21 tahun, dan prianya di bawah 25 tahun. Untuk itu kita sedini mungkin harus segera melakukan antisipasi,” ujarnya.Disamping itu, lanjut Elva, untuk menekan ledakan jumlah penduduk, bisa dengan cara menerapkan Keluarga Berencana (KB) yang berarti memiliki 2 anak cukup. “Penerapan KB ini terbukti cukup efektif dalam menekan ledakan jumlah penduduk. Buktinya saja, jika secara nasional kita memiliki 230 juta jiwa, tapi dengan KB bisa ditekan,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk menekan pertumbuhan penduduk, Pemerintah Kabupaten/Kota juga harus peka. Seperti mengalokasikan APBD untuk kegiatan yang bertujuan agar angka pertumbuhan penduduk bisa diminimalisir. “Selama inikan hanya mengandalkan dari APBN saja. Jadi tidak ada salahnya di APBD juga dialokasikan. Mengingat pertumbuhan penduduk ini erat kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × three =