Pernikahan Dini Picu Tingginya Angka Pertumbuhan Penduduk

Pernikahan Dini Picu Tingginya Angka Pertumbuhan Penduduk

Fahmi/RBO: Camat Singaran Pati, Syaiful Anwar.S.Sos, Lurah Padang Nangka, perwakilan dari BKKBN berfoto bersama dengan para kader (KB)
BERBAGI:

RBO , BENGKULU – Pada zaman modern sekarang ini banyak masyarakat berpikir dari pada suatu pasangan berlama -lama untuk berpacaran lebih baik segera melangsungkan pernikahan. Sebab, nantinya apabila pria dan wanita ini sering bertemu tidak menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Tapi justru dengan pernikahan dini, bisa memicu angka pertumbuhan penduduk yang tinggi. Ini terungkap dalam sosialisasi yang dilakukankan oleh BKKBN yang langsung mengundang anggota DPR RI dari Komisi IX, Elva Hartati Murman,S.Ip.MM. Karena yang merupakan mitra kerja kegiatan BKKBN tersebut.

Menurut Elva, dengan kita mengikuti program yang dilaksanakan BKKBN ini dengan tidak menikah secara dini,ini sudah sangat mendukung pemerintah untuk menciptakan Keluarga Berencana (KB).Karena, bagi Pasangan Usia Subur (PUS) reproduksi kedua sangatlah subur untuk mempunyai anak.

Sehingga diharapkan dengan orang tua agar selalu memantau kegiatan anak agar tidak terjerumus ke pergaulan yang bebas. Untuk itu, program dua anak ini mampu mencegah pernikahan dini dengan asumsi jarak kelahiran anak tersebut paling tidak berjarak 5 tahun. Dengan demikian, kasih sayang dan perhatian bisa tercurah secara full kepada anak tersebut.

Orang tua juga bisa memberikan pengarahan kepada anak yang sudah PUS agar mampu untuk memilah dan memilih apa yang mereka kerjakan. Karena berdasarkan data yang diperoleh dari 10 kabupaten/Kota , Kabupaten Mukomuko yang paling tinggi, sering melakukan pernikan dini.

Untuk pasangan usia subur, dia mengharapkan untuk melakukan pernikahan itu wanitanya berumur 21 dan sang prianya berumur 28 tahun.

‘’Kalau di lihat secara nasional, Indonesia menempati peringkat ke 4 terbesar pertumbuhan penduduknya.’’

Agar pernikahan dini ini bisa diatasi, maka 8 fungsi keluarga tersebut harus benar -benar dijalankan. Yaitu, fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidkan, ekonomi, dan lingkungan.

‘’Apabila itu semua berjalan di dalam satu keluarga, mudah -mudahan akan tercipta penduduk yang cerdas, kreatif, inovatif, dan mempunyai wawasan, dan menciptakan generasi yang mampu membangun negara ini. Dengan memiliki dua anak, itu sudah cukup tanpa membedakan jenis kelaminnya. Mudah -mudahan apa yang dibutuhkan oleh anak tersebut bisa terpenuhi. Seperti kesehatannya, kasih sayangnya, dan mutu pendidikannya.’’

Untuk itu, Elva pada kesempatan kegiatan yang diadakan di Kecamatan Singaran Pati, tepatnya di Keluran Padang Nangka, Muhajirin 21 beliau mengharapkan kader KB ini untuk terus mensosialisasikan akan pentingnya program yang dilakukan oleh BKKBN ini.

Camat Singaran Pati, Syaiful Anwar,S.Sos dalam sambutannya pada kesempatan itu sangat berharap kecamatan yang dipimpinnya mampu menciptakan Keluarga Berencana yang bermutu. Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Komosi IX DPR RI yang sudah bekerja sama dengan BKKBN untuk mensosialisasikan tentang program -programnya.

Di Kecamatan Singaran Pati ini, lanjutnya, pihaknya selalu menggerakkan kader -kader KB ini agar selalu mensosialisasikan tentang program BKKBN tersebut kepada PUS yang ada.

Begitu juga kepada seluruh kader agar selalu diberikan pemahaman -pemahaman agar nantinya mereka mampu untuk menjadi pembicara untuk mensosialisasikan programnya.

‘’Dengan apa yang sudah dilakukan oleh kader kita di sini, nantinya mampu untuk mengurangi angka kelahiran dengan cara mencegah terjadinya pernikahan dini,”harap Syaiful.(sir 1/yar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fourteen + eleven =