Dari Satpam Hingga Jadi Direktur PDAM

Dari Satpam Hingga Jadi Direktur PDAM

Ikrok/RBO: Direktur PDAM Tirta Alami Kepahiang Sudarmin, SH (kiri), bergandengan tangan dengan mantan direktur PDAM Karmolis, ST (kanan), yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan Pengawas.
BERBAGI:

Kisah Sukses Pegawai Kecil

Pekerjaan bila dilakukan dengan disiplin dan telaten serta ditekuni secara terus-menerus akan membuahkan hasil yang memuaskan. Itulah gambarannya mengapa ada istilah berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian.

IKROK USMAN – KEPAHIANG

Proses inilah yang pernah dijalani oleh Sudarmin, SH, yang saat ini menjabat Direktur defintif PDAM Tirta Alami Kepahiang mengantikan Karmolis, ST berdasarkan SK Bupati Kepahiang No. 538-438 Tahun 2017.

Beliau akan menjabat Direktur PDAM selama 5 tahun kedepan tepatnya mulai 1 Nopember 2021. Hanya saja jabatan mentereng tersebut bukan didapatkanya dari menadahkan tangan, tetapi ada proses yang mengantarkannya kepuncak pimpinan tertinggi di jajaran PDAM Kepahiang. Ada Proses yang tidak semua orang mampu melakukannya yakni kerja keras dan iklas bertugas.

Dulu awal karirnya tahun 1988 Sudarmin merupakan pegawai kecil di Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Dirinya diangkat sebagai penjaga keamanan kantor (satpam).

“Saya berkarir di PDAM ini dari bagian paling kecil berawal dari Satpam pada PDAM Bengkulu Utara tahun 1988. Dalam pengabdian di PDAM Bengkulu Utara ini saya cukup lama sudah bermacam-macam jabatan yang saya duduki,” ujar Sudarmin, beberapa waktu lalu.

Namun berdasarkan penilaian pimpinan waktu itu Sudarmin melepaskan jabatan satpam dan menjadi petugas pembaca meter ke rumah-rumah pelanggan, lalu diamanahkan pada bagian pembukuan (kas), lalu bagian pendistribusian dan bagian penyambungan serta bagian produksi. “Saya berkarir dari nol,” sampainya,

Saat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mekar dari Kabupaten Kepahiang dan dibentuknya PDAM Tirta Rafflesia, Sudarmin memilih hijrah dan menduduki jabatan sebagai koordinator disana. Lalu setelah resmi terbentuk dirinya diamanahkan menjabat penjabat sementara (pjs) PDAM Tirta Rafflesia selama 2 priode, sampai terpilihnya direktur definitif.

“Saya juga pernah menjabat koordinator dan pjs Direktur PDAM Tirta Rafflesia Benteng selama 2 periode,”terangnya.

Berdasarkan pengalaman yang ada, Sudarmin optimis bisa membawa PDAM Tirta Alami Kepahiang menjadi mandiri dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang ada di Kabupaten Kepahiang.

“Tugas utama saya adalah memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan, oleh karenanya saya bersama semua karyawan PDAM akan berbenah dulu pelayanan, karena persoalan utama selama ini adalah persoalan pelayanan, lalu baru merancang program-program kedepan,”kata dia.

Jika pelayanan sudah maksimal dan masyarakat sudah merasakan pelayanan yang baik dari PDAM, maka baru enak merancang program yang lainnya. “Intinya berbenah dari dalam dulu, baru nanti merancang program yang lainnya, sehingga PDAM Kepahiang dapat bersaing dengan perusahaan serupa dari daerah lainnya, dan juga mampu membanggakan daerah serta memberikan kontribusi yang besar bagi daerah,” Singkat dia. (***)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine − 5 =