Cucu Soekarno Minta Pembuatan Film Fatmawati Sesuai Sejarah

Cucu Soekarno Minta Pembuatan Film Fatmawati Sesuai Sejarah

32
BERBAGI
Iwan/RBO: Putih Guntur Soekarno bersama rombongan saat berkunjung ke rumah Fatmawati Soekarno, Jumat (10/11).

RBO, BENGKULU – Adanya rencana dari Pemda Provinsi Bengkulu untuk membuat film perjalanan sejarah Fatmawati, mendapat apresiasi dan dukungan dari cucu proklamator RI Soekarno. Tapi Putih Guntur Soekarno meminta agar pembuatan film tersebut harus sesuai sejarah.

“Untuk rencana pembuatan film itu, yang pertama, risetnya, saya mendorong agar dilakukan secara akurat. Karena saya melihat banyak film-film sejarah yang ada yang telah diproduksi, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya dengan para sineas-sineas dan sutradara, tetapi kekurangannya adalah riset. Riset itu yang nanti sebenarnya akan membuat bagaimana alur cerita film tersebut untuk menjadi sangat otentik. Tapi kalau risetnya tidak baik dan asal dibuat, lebih baik gak dibuat,” ungkap Putih Guntur Soekarno, Jumat (10/11).

Menurut anggota Komisi X DPR RI itu, jika memang sudah siap dengan riset, kemudian bagaimana sejarahnya dimana itu semua memang seharusnya diajarkan atau di audio visualkan.

“Jika memang sudah siap dengan riset, maka itu semua memang harus diajarkan dan divisualkan dalam film tersebut. Sehingga hasilnya produksi film itu bisa memberikan kontribusi dalam pendidikan karakter bangsa,” ujar dia.

Senada dengan Putih Guntur Soekarno, senator Bengkulu H. Ahmad Kanedi SH, MH dia juga menyatakan mendukung rencana pembuatan film tersebut dan dia sependapat dengan Cucu Soekarno tersebut.

“Jadi pembuatan film Fatmawati itu memang harus dilakukan sesuai data otentik dan perjalanan sejarah yang ada. Jangan merubah alur sejarahnya, agar masyarakat bisa tahu bagaimana perjalanan sejarah yang sebenarnya tentang sang penjahit bendera pusaka Indonesia,” tambahnya.

Dan belajar dari pembuatan film-film yang telah produksi sebelumnya, seperti Laskar Pelangi, Bang Ken panggilan akrabnya menyarankan agar film yang dibuat itu nanti bisa booming dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat daerah lain untuk datang ke Bengkulu.

“Itu bisa dibuat menjadi film yang ikut mempromosikan daerah kita. Dimana setelah menyaksikan film itu orang merasa sangat ingin untuk datang dan berkunjung ke Bengkulu. Seperti film Laskar Pelangi yang menceritakan sebuah sekolah yang berhadapan dengan pabrik timah, tapi mampu membius masyarakat untuk datang dan berkunjung ke daerah tersebut,” tandasnya. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seventeen + five =