Jadikan Program KB Sebagai Kebutuhan Pokok

Jadikan Program KB Sebagai Kebutuhan Pokok

32
BERBAGI
Fahmi/RBO: Pada acara terakhir sosialisasi di setiap kecamatan, Joko sebagai MC, Fauzi sebagai EO, Purwanto Budi Utomo,SE Camat, berfoto bersama dengan Kabid Dalduk, Drs,Siharman,dan Kaper BKKBN Pusat Busmar Edisyaf ,SP .MM

RBO, BENGKULU – Masyarakat yang ada di Indonesia mempunyai makanan pokok, yaitu padi yang di tanam yang diolah menjadi nasi yang tidak bisa terlepaskan dari kehidupan sehari –hari. Begitu juga program yang dijalankan oleh BKKBN melalui program KB.

Dimana program KB ini harus dijalankan sebagai kebutuhan pokok bagi masyarakat.Sebab menurut Drs.Siharman, Kabid Dalduk, “Kalau program KB ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat kita, mudah –mudahan kesejahteraan masyarakat tersebut akan tercapai.”

Masyarakat juga harus mengerti dan paham apa saja manfaat yang bisa diperoleh dengan menjalankan program BKKBN ini. Acara yang dilakukan di Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut ini merupakan kegiatan yang terakhir yang dilakukan di setiap kecamatan. Sehingga dengan diadakannya sosialisasi ini masyarakat Bengkulu mampu menjadi kader –kader terbaik dalam menjalankan program dari BKKBN ini.

Dengan adanya sosialisasi yang sering dilakukan dalam beberapa tahun belakang ini, mudah –mudahan pemahaman tentang sosialisasi ini mampu terserap dengan baik. Kalau dilihat dari kesertaan ber KB di Bengkulu pencapaian kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Sebab, kalau dilihat dari Undang –Undang No 52 mengamanahkan bahwa keluarga dan masyarakat adalah subjek pembangunan kependudukan. Dimana artinya partisipasi masyarakat tersebut sangatlah penting.

KIE mengajak masyarakat berperan aktif dalam menyampaikan program KKBBK yang di lakakan. Boleh disenergikan dengan sektor budaya ataupun disinergikan dengan inovasi di lingkungan masing-masing, dengan bentuk membuat logo dua jari. Sehingga dengan logo yang dibuat tersebut masyarakat akan selalu ingat tentang program dua anak cukup.

Di sisi lain menurut Kaper BKKBN Pusat Busmar Edisyaf ,SP MM, dukungan dari pemerintah Bengkulu juga sangat diperlukan untuk mencapai target dan mampu menjadikan kehidupan kedepannya bisa tertata. Apalagi di Indonesia akan mendapat dimana era bonus demografi ini sangat dinantikan oleh suatu negara,karena era ini akan terjadi sekali seumur hidup dalam satu Negara tersebut.

Untuk itu, “Kita harus benar –benar memanfaatkannya agar kehidupan yang diperoleh bisa menjamin kehidupan satu keluarga tersebut, baik itu dari segi kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, bahkan lapangan pekerjaan yang akan di dapat,” ucapnya.

Era Bonus demografi ini akan terjadi puncaknya nanti di tahun 2030 sampai 2035. Untuk itu, mulai sekarang masyarakat diharapkan mampu memahami dan menjalankan program BKKBN yang sudah disosialisasikan di tengah –tengah masyarakat.

Selain itu menurut Camat Kecamatan Sungai Serut, Purwanto Budi Utomo,SE sangat berterima kasih atas kerja dari angota DPR RI, Elva Hartati dari Komisi IX. Dimana tugas beliau mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh pihak BKKBN untuk mensosialisasikan betapa pentingnya alat kontrasepsi untuk digunakan oleh masyarakat.

Sehingga kader –kader kita yang ada di Bengkulu ini bisa segera mensosialisasikan betapa pentinggya program –program BKKBN tersebut.

Maka dari itu, melalui Kampung KB yang ada di Kelurahan Sukamerindu mampu menjadi tolok ukur masyarakat lain di sekitarnya agar di dalam satu keluarga itu cukup mempunyai dua anak saja. Untuk itu bagi seluruh kader yang ada hendaknya, setiap satu bulan sekali selalu mengadakan pertemuan dan membahas apa arti pentinggya hidup dengan cukup mempunyai dua anak.

Apabila semua itu sudah bisa dijalankan, mudah –mudahan di saat era Bonus Demografi nanti masyarakat khususnya Provinsi Bengkulu bisa memanfaatkannya dengan secara baik.(Sir 1/yar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

13 − 3 =