Tontonan Hiburan dan Wawasan Edukasi Dengan Lumba- Lumba

Tontonan Hiburan dan Wawasan Edukasi Dengan Lumba- Lumba

30
BERBAGI
Ronal/RBI Belajar sembari terhibur dengan pentas lumba- lumba

Dilatih Selama 5 Tahun, Konsumsi 20 Kg Ikan Kecil Perhari

RBO >> BENGKULU >>  Wersut Seguni Indonesia (WSI) terbilang berhasil memberikan wawasan edukasi mendidik anak anak di Bengkulu. Sejak bulan Oktober lalu, pentas lumba lumba yang menarik ini berada di Bencollen Mall Kota Bengkulu hingga tanggal 3 Desember nanti, akan ditutup.

Menurut Manager Operational WSI Tomy Pujianto saat didatangi Harian RADAR BENGKULU Rabu (15/11) kemarin, atraksi yang mereka adakan bukan hanya sebagai hiburan, namun memberikan pengalaman pendidikan bagi masyarakat. Terutama bagi anak anak. Bahkan antusias saat ini mencapai ribuan lebih pengunjung yang hadir.

“Pentas lumba -lumba datang disini, sebagai hiburan dan edukasi tentunya mengutamakan misi pendidikan dan wawasan para pelajar. Dikarenakan sampai saat ini, dimanapun dikota maupun didaerah masih menyebutnya dengan ikan lainnya, sedangkan kalau secara fisik memang ikan, namun lumba -lumba merupakan mamalia. Kita datang kesini, datang dari Pantai Cahaya tepatnya Kota Kendal Provinsi Jawa Tengah dipimpin PT WSI. Kita disini lebih kurang 38 hari. Untuk antusias sangat besar. Bahkan disini ada edukasi hewan yang sangat penting bagi para pelajar tingkat Paud hingga SMA,” terangnya.

Pengunjung dapat melihat lumba -lumba secara langsung dengan berbagai atraksi tentunya mendidik. Dengan tiket VIP pengunjung dapat melihat lumba- lumba dengan jarak 1 meter dengan kolam seharga Rp 75 ribu. Tiket umum seharga Rp 50 ribu dengan tiket untuk para pelajar sebesar Rp 25 ribu (potong 50 persen-red).

“Setiap rombongan untuk para pelajar sebanyak 25 orang, kita buka jam 11 siang. Untuk hari libur kita buka lebih awal, dari jam 9 siang. Untuk tiket kita tidak berubah dari hari libur,” tambahnya.
Masih kata Tomy, menurutnya melatih lumba lumba memerlukan waktu dan kesabaran. Sekitar 5 tahun lumba lumba, baru dapat dilatih dan memerlukan penanganan ekstra. Lumba lumba mengkonsumsi makanan berupa ikan kecil sebanyak 20 kg.

“Istilahnya melatih lumba -lumba lebih susah dari melatih bayi. Untuk makananya ikan segar dan cumi -cumi dalam sehari satu lumba-lumba bisa sebanyak 20 kg.”
Untuk atraksi edukasi, lanjutnya, ada burung kakak tua jambul kuning, dua ekor berang- berang kucing air yang lucu. Kemudian beruang madu Sumatera. ”Tentunya puncak acara primadona pentas lumba- lumba dari laut jawa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun sangat mengutamakan pelestarian lumba -lumba. Dari perawatan hingga keamanan merupakan hal penting yang perlu dijaga. Dengan demikian diharapkan dengan adanya atraksi hiburan dan edukasi ini, dapat memberikan kepuasan bagi pengunjung.

“Kita sangat melindungi lumba -lumba. Baik dari segi perawatan maupun keamanannya. Kita datang sebagai sarana. Andai kata masyarakat belum kenal dengan lumba- lumba, kita lebih kenalkan. Daripada jauh melihat ke Jakarta, masyarakat bisa datang kesini. Selain itu, lumba- lumba tidak pernah memerlukan bius. Karena lumba- lumba merupakan mamalia. Sama seperti kambing, sapi dan gajah. Lumba -lumba bisa bertahan 2 kali 24 jam. Namun terpenting badannya diberikan pelembab agar jangan kering. Dikarenakan lumba -lumba bukan bernafas dari insan, kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk ramai -ramai mengunjungi acara kita. Sampai tanggal 3 Desember mendatang, kita akan tutup. Mungkin dapat menghadiri kembali pada 6 tahun ke depan,” pungkasnya. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

3 × five =