Polres Tolak Penangguhan Tahanan Tsk OTT

Polres Tolak Penangguhan Tahanan Tsk OTT

IST/RBO: Ilustrasi Dugaan Korupsi
BERBAGI:

RBO, CURUP – Rencana Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Ahmad Hijazi mengajukan surat permohonan penanggunahan terhadap Kepala BPKAD, Sf tersangka OTT Pungli Tunjangan Kinerja (Tukin) kepada Polres Rejang Lebong bertepuk sebelah tangan.

Pasalnya, Polres Rejang Lebong menyatakan pengajuan penangguhan penahanan terhadap tersangka Sf hingga kini belum bisa dipenuhi. Karena mereka beralasan proses pemeriksaan masih berlanjut sehingga keinginan Bupati tersebut kandas.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP, Yogi Yusuf, SH, SIK, menyatakan bahwa dalam kasus korupsi yang melibatkan pihak manapun tidak dapat dilakukan penangguhan penahanan. Apalagi dalam pengungkapan kasus korupsi ini nantinya diharapkan bisa memberikan efek jera kepada pelakunya.

“Jadi kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para aparatur pemerintah untuk tidak melakukan Pungli. Apalagi komitmen Bupati sudah jelas bersama Tim Saber Pungli yang sudah dibentuk,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Ahmad Hijazi, kepada wartawan menyatakan dukungan penuh dan menghormati proses hukum yang tengah dialami bawahannya dalam kasus OTT Pungli Tukin beberapa SKPD yang memiliki beban kerja lebih. Nilai uang pemotongan dalam perkara ini masih dihitung penyidik termasuk barang bukti sudah disita.

“Ya ini musibah dan kita tidak akan mengintervensi penyidik karena itu bukan ranah kita. Namun demikian kita juga sudah melakukan pendampingan terhadap yang bersangkutan dan segera mengajukan surat penangguhan kepada Kapolres Rejang Lebong,” terangnya.

Sementara itu, saat ini proses pengungkapan kasus OTT Pungli Tukin di BPKAD Rejang Lebong masih didalami. Sejauh ini, tim penyidik masih melakukan pendalaman terhadap dua oknum PNS Pemkab Rejang Lebong yakni R dan S yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pungli tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan belasan saksi dan tersangka R, yang menjabat sebagai bendahara pengeluaran Sekretariat Daerah Rejang Lebong, sementara ini diketahui otak pelakunya adalah tersangka S yang menjabat sebagai kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) setempat.

“Pemotongan itu dilakukan di semua organisasi perangkat daerah atau OPD, di mana alur penagihan hanya sampai di BPKD semua bendahara OPD yang kami periksa menyampaikan perintahnya dari BPKD, didalam BAP dana tersebut mengarah ke tersangka S,” katanya.

Total besaran pemotongan dana tunjangan beban PNS yang diberikan kepada ratusan PNS pada enam OPD yang ada di lingkungan Setda Rejang Lebong, tambah dia, saat ini masih dihitung mengingat pemotongan ini sudah dilakukan sejak awal 2017 dengan besaran bervariasi.

Untuk diketahui, Tim Saber Pungli Polres Rejang Lebong, Sabtu pagi (11/11) sekitar pukul 10.00 WIB, berhasil menciduk tiga oknum PNS Pemkab Rejang Lebong yang diduga telah melakukan Pungli tunjangan beban kinerja PNS, yakni AG, RP dan SF.

Selain mengamankan tiga tersangka tim Saber Pungli ini juga memasang garis polisi di lokasi kerja tersangka R di bagian umum lantai III Pemkab setempat, seterusnya petugas juga mengamankan barang bukti uang tunai berjumlah belasan juta rupiah, sejumlah dokumen, rekaman CCTV serta satu unit kendaraan Dinas. (gol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seventeen − 6 =