Bulog Bangun Kemitraan Kerakyaat Semakin Nyata

Bulog Bangun Kemitraan Kerakyaat Semakin Nyata

BERBAGI:

 

Kadivre: Satgas Pangan Mengawasi Sirkulasi & Harga Pasar 

RBO BENGKULU – Bulog Divisi Regional Bengkulu dalam mendekatkan diri dengan masyarakat telah membangun 2 kemitraan kerakyatan. Dimana jaringan distribusi pendek yakni, Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko Baitul Pangan (Tobatan).

      Untuk program Tobatan ini baru dipusat dan akan diluncurkan untuk Provinsi Bengkulu. Sedangkan RPK ini sudah berjalan  hampir setahun dan untuk  Provonsi Bengkulu sudah banyak terbentuk dan berjalan dengan lancar, baik penyediaan stok oleh Bulog sendiri maupun penjualan dari RPK langsung kepada masyarakat.

      Dari penjelasan kepada  RADAR BENGKULU, Kepala Bulog  Divisi Regional Bengkulu, Dedi Sabrata menyampaikan bahwa Bulog Bengkulu untuk membangun 2 kemitraan kerakyatan dan akan segera diluncurkan Tobatan yang lini bisnis ini melalui mesjid-mesjid sebagai penyedia bahan pokok dengan harga dasar yang ditetapkan oleh Bulog. Mengenai kerjasama ini berbentuk syariah. Dalam artian bahwa pembeli akan menambahkan kelebihan sebagai amal ibadah/ sedekah yang tidak ditentukan besarannya.

“Bulog Bengkulu untuk saat ini ada 2 program kemitraan kerakyatan. Dimana terbentuknya untuk membentuk jaringan distribusi pendek Bulog kepada user/ pembeli yakni RPK dan Tobatan. Dimana RPK seluruh Indonesia ada 26.000, termasuk di Bengkulu 687 dari 854 yang ditargetkan.

      Dalam penjualan ditiap RPK sambungnya, akan diawasi oleh satgas yang dinamakan Satgas Pangan kerjasama Buloq dengan Kepolisian (Kasat Reskrim se Indonesia) yang akan di launching pada tanggal 27 Oktober 2017 mendatang untuk Provinsi Bengkulu, yang mana Satgas ini akan bertugas mengawasi penjualan dari seluruh RPK sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan Bulog dan penyimpangan-penyimpangan lainnya. Sedangkan untuk TOBATAN, sambungnya perbedaan dengan RPK yakni bekerjasama dengan  Dewan Mesjid yang ada di Provinsi Bengkulu dengan harga dasar HPP dari Bulog .

Mengenai keuntungan nantinya dalam bentuk sedekah, infaq dari pembeli diluar dari harga dasar dan nominalnya tidak boleh ditentukan oleh penjual dalam hal ini pengurus mesjid tersebut, sehingga masyarkat dapat berbelanja sekaligus beribadah. Dalam pembelian oleh RPK dan Tobatan ini dibatasi 7 ton dalam setiap pembelian yang mana hal ini untuk mengantisipasi dan pendistribusian bahan pokok ini benar-benar tersalur kepada masyarakat. Nantinya satgas pangan ini akan mengawasi, baik sirkulasi dari Bulog ke pemilik RPK dan Tobatan sehingga berjalan dengan lancar dan harga terkontrol sampai di tangan pembeli. Yakni masyarakat langsung.

”Himbauan kami kepada masyarakat Bengkulu atas kemitraan kerakyatan ini baik masyarakat, pelaku usaha  kecil dan menengah bisa bermitra dengan Bulog untuk  menyalurkan produk – produk komersil Bulog seperti minyak goreng, gula, beras, daging dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) pemerintah (Kemendag). Dengan ini masyarakat mendapat harga yang wajar. Mengenai kemitraan,  Bulog membuka selebar-lebarnya kemitraan, yakni RPK maupun Tobatan yang berbasis mesjid dengan harapan harga   bahan pokok ini stabil  sehingga masyarakat terpenuhi kebutuhan pangannya, “ujar Kadivre Bengkulu.

Kedua, kemitraan kerakyatan ini dalam menjual bahan pokok seperti gula, beras, minyak makan, daging, dan lainnya  dengan penambahan kata Kita dibelakangnya  (gulakita, beraskita dan lainnya) merupakan produk komersil dari Bulog. Bukan yang dari ini. Bukan subsidi pemerintah. Melainkan kemitraan Bulog dengan perbankan dalam mengelola dana untuk dibelikan ke bahan pokok dan disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah, dalam hal ini langsung dari Kementerian Perdagangan dalam meninjau dan menentukan harga tertinggi ditangan penjual dan terjangkau bagi masyarakat serta dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat. Khususnya masyarakat Bengkulu, sesuai dengan misi Bulog bersama mewujudkan kedaulatan pangan.(Ae-4)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen − three =