Senator Sarankan “Jual” Bengkulu

Senator Sarankan “Jual” Bengkulu

RIO/RBO: Ketua HW Muhammadiyah Provinsi Bengkulu sekaligus Senator Bengkulu, H. Ahmad Kennedy, SH, MH menyemat PIN kepada Ketua Kwarda HW Muhammadiyah se Provinsi Bengkulu
BERBAGI:

Bang Ken: Tapi Kita Tetap Pemilik

RBO, BENGKULU – Anggota DPD RI, H. Ahmad Kanedi, SH, MH menyarankan kepada Plt Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA untuk menjual Provinsi Bengkulu. Dengan langkah tersebut Ia meyakini daerah dapat terus maju dan semakin berkembang dengan pesat, mengingat Bengkulu memiliki kekayaan potensi yang luar biasa. “Tapi kita harus tetap ingat, potensi-potensi itu tetap kita yang menjadi pemilik atau penguasa dan pengelolanya. Dalam artian potensi itu dijadikan produk unggulan kemudian barulah dijual. Saya rasa bukan barang mustahil untuk mewujudkannya, jika dilakukan dengan fokus dan mengerahkan sumberdaya yang ada,” ungkap pria yang kerap disapa Bang Ken, kemarin.

Maka dari itu, lanjut Bang Ken, Ia berharap Plt Gubernur dapat dengan maksimal mengelola potensi yang ada, sehingga nantinya dapat mengangkat dan memajukan Bengkulu. “Bukan hanya tingkat nasional, bahkan international. Tapi dengan catatan, tetap mempertimbangkan azas kepentingan rakyat. Sehingga masyarakat merasakan imbas positifnya terhadap keberadaan potensi itu,” tegas Bang Ken.

Misalnya, sambung Bang Ken, seperti potensi pertambangan batu bara. Sebenarnya bisa dengan hanya melibatkan masyarakat, dan tidak membutuhkan biaya yang besar. “Berikan saja masyarakat itu kaplingan untuk menambang batu bara, merekakan nantinya bisa tinggal ambil, angkut, timbang dan dijual. Itukan mahal harganya, dan tentu saja ekonomi masyarakat jadi meningkat,” terang Senator asal Provinsi Bengkulu ini.

Ia menambahkan, begitu juga dengan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan yang sudah habis atau yang tidak produktif, dan sebaiknya jangan diperpanjang lagi. “Ambil HGU itu, terus bagikan saja agar masyarakat bisa mengelolanya. Sekarang inikan ekonomi masyarakat masih banyak yang terhimpit. Percuma juga kita bicara potensi, tapi dampaknya bagi masyarakat tak ada,” tutup Bang Ken. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

16 − 8 =